بسم الله الرحمن الرحيم


Rangkuman Perang Dunia II 

Nama:Roudlotul Jannah 

Kelas: IX A No Absen: 26 

MTs. Hidayatus Salam 

Lowayu – Dukun – Gresik - Jawa Timur

Peta Konsep 

Latar belakang perang dunia II

Pihak-pihak yang berperang dalam perang dunia II

Akibat perang dunia II

PD II di Asia-Pasifik dan penduduk jepang di Indonesia

Pengaruh kebijakan penduduk Jepang

Sosial

Ekonomi

Politik

A.Latar Belakang Terjadinya Perang Dunia II

Keadaan politik internasional menjelang perang dunia II menyerupai keadaan tahun 1900-1914 sebelum perang dunia I. Ada yang menyatakan bahwa perang dunia II merupakan lanjutan perang dunia I. perang dunia I merupakan balas dendam Perancis terhadap Jerman karena dipermalukan dalam kekalahannya kalah perang tahun 1870-1871. Selain itu dalam masalah industri, jerman juga bersaing dengan inggris. Dengan persaingan-persaingan itu maka terbentuklah persekutuan militer (aliansih). Ada dua persekutuan, yakni Triple Alliantie yang kemudian dikenal dengan ”Blok Sentral” yang terdiri atas jerman, Australia dan Italia. Sedangkan Triple Entente yang kemudian disebut”Blok Sekutu” yang terdiri atas perancis, Inggris, Rusia dan lain-lain.

Pada tanggal 1 Agustus 1914 Jerman mengumumkan perang kepada Rusia dan disusul Perancis mengumumkan perang kepada Jerman tanggal 3 Agustus 1914. Kemudian tanggal 4 Agustus Inggris mengumumkan perang kepada Jerman. Selanjutnya berkecamuklah perang yang hampir melibatkan seluruh dunia dikenal dengan perang dunia I.

Perang ini berakhir dengan kekalahan Jerman yang menyerah pada tanggal 11 november 1918. Sebagai pihak yang kalah, Jerman harus membayar ganti rugi kepada sekutu dengan dikuatkan dalam perjanjian versailles pada tahun 1919. Kekalahan Jerman dengan telak ini memberi kesempatan kepada Adolf Hitler membangkitkan bangsanya untuk melakukan balas dendam kepada Perancis. Adolf Hitler mengembangkan fasisme dan kemudian memulai perang dunia II dengan menyerbu Polandia dikota Danzig pada tanggal 1 September 1939. Peristiwa itulah yang menjadi sebab langsung terjadinya perang dunia II.

1.Sebab-Sebab Umum Terjadinya Perang Dunia II

Penyebab umum terjadinya perang dunia II sebagai berikut:

a. Kegagalan Liga Bangsa-bangsa (LBB) dalam menciptakan perdamaian dunia LBB bukan lagi alat untuk mencapai tujuan, tetapi menjadi alat politik negara-negara besar berbuat semuanya, misalnya pada tahun 1935 Italia melakukan serangan terhadap Ethiopia.

b.Negara-negara maju saling berlomba memperkuat militer dan persenjataannya dengan kegagalan LBB tersebut, dunia Barat terutama Jerman dan Italia mencurigai komunisme Rusia, tetapi kemudian Rusia mencurigai fasisme Italia dan nasional-sosialis Jerman. Oleh karena saling mencurigai akhirnya negara-negara tersebut memperkuat militer dan persenjataan.

c. Adanya politik aliansi (mencari kawan persekutuan)

d.Adanya pertentangan-pertentangan akibat ekspansi.

e. Adanya pertentangan faham demokrasi, fasisme dan komunisme.

f. Adanya politik balas dendam (”Revanche Idea”) Jerman terhadap Perancis       karena Jerman merasa dihina dengan Perjanjian Versailles.

2.Sebab Khusus Terjadinya Perang Dunia II

Di Eropa, sebab khusus terjadinya perang dunia II adalah sebuah Jerman kota Danzig, Polandia pada  tanggal 1 September 1939. Polandia merupakan negara bawah pengawasan Liga Bangs-bangsa. Hitler menuntut Danzig karena penduduknya adalah bansa Jerman, tetapi Polandia menolak tuntutan itu. Pada tanggal 3 September 1939 negara-negara pendukung LBB terutama Inggris dan Perancis mengumumkan perang kepada Jerman, kemudian diikuti sekutu-sekutunya.

B. Pihak-Pihak Yang Berperang Dalam Perang Dunia II 

Adapun pihak-pihak yang berperang di beberapa medan peperangan dalam perang dunia II sebagai berikut:

1. Medan Eropa

Pada tanggal 1 September 1939 Jerman menyerang Polandia. Inggris dan Perancis mengumumkan perang kepada Jerman. Inilah sebagai awal meletusnya perang dunia II.

Pada tanggal 9 April 1940 Jerman melakukan serangan ke utara yakni ke Denmark dan Norwergia. Kedua negara ini dapat diduduki Jerman.Pada bulan Mei 1940 Belanda dapat diduduki Jerman sehingga Ratu Wilhelmina mengungsi ke Inggris. Pada tanggal 10 Juni 1940 Italia mengumumkan perang kepada Perancis dan Inggris, dilanjutkan menyerbu Perancis. Pada bulan Juni 1940 pasukan Jerman bergerak menuju Perancis dan dapat mendudukinya. Tentara Perancis di bawah pimpinan Charles de Gaulle mengungsi ke Inggris.

2. Medan Afrika

Tentara Jerman menyerbu Balkan sampai di Kreta. Rumania dan Bulgaria memihak kepada Jerman. Inggris dapat memukul mundur tentara Italia di Afrika utara. Serangan sekutu terhadap Blok sentral pada tanggal 23 Oktober 1942 di Afrika utara di pusatkan di El Alamien, Mesir. Tentara Jerman di bawah Jenderal Erwin Rommel menyerbu Afrika dan menghantam Inggris sampai di muka Elexandria. Serangan Jerman ke Afrika utara dapat ditahan oleh Inggris di bawah pimpinan Montgomery dan Amerika Serikat di bawah Eisenhower pada tanggal 12 November 1942.

3. Medan Asia Pasifik

Perang di medan Asia Pasifik diawali dengan penyerbuan pangkalan armada angkatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai pada tanggal 7 Desember 1941 oleh Jepang. Perang dunia II di medan Asia Pasifik sering disebut dengan perang Asia Timur Raya, karena Jepang selalu mempropagandakan bahwa peperangan yang dilakukan bertujuan mewujudkan kemakmuran bersama dikawasan Asia Timur Raya.

Dalam serangan Jepang pada tanggal 7 Desember 1941 menewaskan kurang lebih 2.330 tentara Amerika Serikat dan 100 orang sipil disamping menghancurkan peralatan perang Amerika Serikat. Jepang menyatakan perang terhadap Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Serbuan Jepang dilanjutkan ke negara-negara di Asia tenggara dengan menduduki muangthai, Birma (Myanmar), Malaysia, dan Hindia Belanda (nama Indonesia waktu itu).

Untukmembalas serangan-serangan Jepang, Sekutu menyusun taktik serangan dari pulau satu ke pulau yang lain atau sistem katak loncat, dan akhirnya Jepang kalah, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu tanggal 14 Agustus 1945.

Setelah perang dunia II berakhir maka diadakanlah perjanjian-perjanjian perdamaian antara pihak yang kalah dan yang menang, perjanjiannya antara lain:

a. Konferensi Postdam (2 Agustus 1945) 

Konferensi ini antara sekutu dengan Jerman, yang menghasilkan keputusan sebagai berikut:

  • Jerman dibagi dalam 4 daerah pendudukan yakni Rusia bagian timur, Amerika Serikat, Inggris dan Perancis bagian barat,
  • Danzig dan daerah Jerman sebelah timur sungai Oder dan Neisse di berikan kepada Polandia,
  • Angkatan perang Jerman harus dikurangi jumlah tentara dan peralatan militerny,
  • Penjahat perang yakni tokoh-tokoh NAZI harus dihukum dibawah pengawasan internasional,
  • Jerman harus membayar kerugian perang kepada sekutu.

b. Perjanjian San Fransisko (8 September 1951)

Perjanjian ini antara sekutu dan Jepang yang dibuat di Jepang, perjanjian ini berisi:

  • Kepulauan Jepang dibawah pengawasan Amerika Serikat,
  • Kepulauan Kurile dan Sakhalin selatan diberikan kepada Rusia, Sedangkan Mansyuria dan Taiwan diberikan kepada Tiongkok,
  • Tokoh-tokoh fasis diadili sebagai penjahat perang dan harus dihukum dibawah pengawasan internasional,
  • Jepang harus membayar kerugian perang kepada sekutu.

C. Akibat perang dunia II 

Perang Dunia II yang berlangsung antara tahun 1939-1945 menimbulkan akibat yang besar di bidang politik, ekonomi, sosial, dan  kerohanian bagi negara-negara di dunia.

1.Bidang Politik

Akibat yang muncul di bidang politik setelah perang dunia II berakhir sebagai berikut:

  1. Amerika serikat dan Rusia (Uni Soviet) sebagai pemenang dalam perang dunai II tumbuh menjadi negara raksasa,
  2. Terjadinya perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang menimbulkan perang dingin,
  3. Munculnya politik mencari kawan yang dibentuk berdasarkan kepentingan keamanan bersama,
  4. Munculnya politik memecah belah negara, dll.

2. Bidang Ekonomi

Perang dunia II menghancurkan perekonomian negara didunia kecuali Amerika Serikat.

Untuk menanamkan pengaruhnya dinegara Eropa dan yang lain. Misalnya Teruman Doctrine(1947), dll. Program-progam ini merupakan usaha untuk membendung berkembangnya komunisme.

3. Bidang Sosial

Tugas UNRRA diantaranya: Memberi makanan kepada orang-orang yang terlantar, Mendirikan rumah sakit, Mengurus pengungsi dan menyatukan dengan keluarganya.

4. Bidang Kerohanian

Penderitaan yang ditimbulkan akibat perang dunia II menyadarkan manusia dan akibat buruk perang. Penduduk dunia menyadari perlunya lembaga yang dapat menjaga perdamaian dunia setelah liga bangsa-bangsa dibubarkan. Pada tanggal 24 Oktober 1945 didirikan perserikatan bangsa-bangsa atau Unitet Nations Organization.

D. Perang Dunia II Di Asia Pasifik Serta Pendudukan Militer Jepang Di Indonesia

Perang Dunia II di medan Asia Pasifik diawali oleh Jepang dengan membuat secara tiba-tiba terhadap pangkalan terbesar angkatan Laut Amerika Serikat pada Harbour di Pasifik tanggal 07 Desember 1941. Lima jam setelah penyerangan gubernur jenderal Hindia Belanda Tjarda Van Starkenborg Stachouwer menyatakan perang terhadap Jepang.

Pada tanggal 10 Desember 1941 Jepang menduduki pulau luzon dan bataan di Filipina dengan mendapat perlawanan sengit dari pasukan Amerika yang dibantu sukarelawan Filipina.

Untuk menghadapi serangan Jepang, tentara sekutu membentuk komando ABDACOM yaitu gabungan dari pasukan Amerika, Inggris, Belanda dan Australia yang bermarkas di Lembang. Pasukan ini mulai beroperasi tanggal 15 Januari 1942 dibawa panglima besar Sir Archibald Wanrd (Inggris). Disamping itu juga membentuk Front ABCD yaitu gabungan dari pasukan Amerika, Inggris, Cina dan Belanda.

E. Pengaruh Kebijakan Pemerinta Pendudukan Jepang Di Indonesia 

Adapun berbagai kebijakan pemerinta pendudukan Jepang di Indonesia adalah sebagai berikut:

1.Sistem pemerintahan

Pada mulanya kedatangan Jepang disambut gembira oleh bangsa Indonesia karena berusaha menarik simpati dengan cara-cara sebagai berikut:

  1. Mengumandangkan propaganda antara lain kedatangan Jepang bertujuan membebaskan bangsa Indonesia dari penjaja belanda karena Jepang merupakan”saudara tua” bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia oleh Jepang diajak bersama-sama membentuk”kemakmuran bersama dikawasan Asia Timur Raya”.
  2. Menggunakan bahasa Indonesia disamping bahasa Jepang sebagai bahasa resmi.
  3. Mengikut sertakan orang-orang Indonesia dalam organisasi resmi pemerinta Jepang, misalnya dalam Gerakan 3A yang dipimpin oleh Mr. Syamsuddin. Gerakan ini mempropagandakan peranan Jepang sebagai:

1. Cahaya Asia,

2. Pelindung Asia,

3. Pemimpin Asia.

2. Pengaruh Kebijakan Pemerintah Pendudukan Jepang

Pendudukan jepang di indonesia memengarui di berbagai bidang kehidupan yakni di bidang politik, ekonomi, militer, sosial budaya.

a. Bidang Sosial

Pada masa pendudukan Jepang kegiatan politik di larang keras dengan adanya larangan berkumpul dan berserikat. Semua organisasi pergerakan nasionalyang didirikan rakyat dibubarkan kecuali terhadap golongan islam nasional masih di berikan kelonggaran. Upaya Jepang dalam memperkuat kedudukannya di Indonesia selain merubah sistem pemerintahanya, yakni dengan sistem pemerintahan militer juga dengan mendekati kaum nasionalis Islam,kaum nasionalis sekuler maupun golongan pemuda.

Terhadap golongan nasionalis islam Jepang tetap mengijinkan berdirinya organisasi MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia) yang didirikan oleh K.H. Mas Mansur dan kawan-kawan di Surabaya pada tahun 1937 pada zaman pemerintahan Hindia Belanda. Organisasi ini diijinkan tetap berdiri dengan permintaan agar umat islam tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang bersiat politik.

Jepang juga melakukan pendekatan terhadap kaum nasionalis sekuler dengan melakukan kerja sama yakni membentuk Gerakan 3A. Nama Gerakan ini dijabarkan dari semboyan Jepang pada waktu itu:”Nippon cahaya asia, Nippon pelindung asia, Nippon pemimpn asia”. Gerakan 3A ini dipimpin oleh Mr. Syamsuddin, seorang tokoh Parindra Jawa Barat. Pemerintah pendudukan Jepang menganggap bahwa Gerakan 3A tidak efektif sehingga pada bulan Desember 1942 di bubarkan.

Golongan pemuda juga mendapat perhatian pada zaman pendudukan Jepang. Sebab oleh Jepang, golongan ini masih dianggap belum sempat dipengaruhi oleh islam pikiran barat.

b. Bidang Ekonomi  

Pada zaman pendudukan Jepang kehidupan ekonomi rakyat sangat menderita. Lemahnya ekonomi rakyat berawal dari sistem bumi hangus Hindia Belanda ketika mengalami kekalahan dari jepang pada bulan Maret 1942. Sejak itulah kehidupan ekonomi menjadi lumpuh dan keadaan ekonomi berubah dari ekonomi rakyat menjadi ekonomi perang.

Langkah pertama yang dilakukan Jepang adalah merehabilitas prasarana ekonomi seperti jembatan, alat-alat transportasi dan komunikasi. Selanjutnya Jepang menyita seluruh kekayaan musuh dan dijadikan hak milik Jepang, seperti perkebunan-perkebunan, bank-bank, pabrik-pabrik, perusahaan-perusahaan, telekomunikasi dan lain-lain. Hal ini dilakukan karena pasukan Jepang dalam melakukan serangan ke luar negaranya perbekalan makanan.

Beberapa tindakan Jepang dalam memeras sumber daya alam dengan cara-cara berikut ini:

  1. Petani wajib menyetorkan hasil panen berupa padi dan jagung untuk keperluan konsumsi militer Jepang. Hal ini mengakibatkan rakyat menderita kelaparan.
  2. Penebangan hutan secara besar-besaran untuk keperluan industri alat-alat perang, misalnya kayu jati untuk membuat tangkai senjata. Pemusnahan hutan ini mengkibatkan banjir dan erosi yang sangat merugikan para petani. Disamping erosi dapat mengurangi kesuburan tanah.
  3. Penyerahan ternak sapi, kerbau dmilik tean lain-lain bagi pemilik ternak. Kemudian ternak dipotong secara besar-besaran untuk keperluan konsumsi tentara Jepang. Hal ini mengakibatkan hewan-hewan berkurang padahal diperlukan untuk pertanian, yakni untuk membajak.

c. Bidang Militer

Perang Asia Pasifik sudah meluas di asia tenggara dan Asia Timur serta Pasifik. Untuk keperluan tersebut Jepang memerlukan bantuan tenaga dari bangsa Indonesia. Untuk itu di bentuklah organisasi-organisasi militer maupun semi militer berikut ini:

  1. Seinendan (Barisan Pemuda)
  2. Keibodan (Barisan Pembantu Polisi)
  3. Fujinkai (Barisan Wanita)
  4. Heiho (Pembantu Prajurit Jepang)
  5. Syuisyintai (Barisan Pelopor)
  6. Jawa Hokokai (Perhimpunan Kebaktian Rakyat Jawa)
  7. PETA (Pembela Tanah Air).

d. Bidang Sosial Budaya

Pada jaman pendudukan Jepang media massa diawasi dengan ketat. Surat kabar, Radio, maupun majalah terbit tanpa izin istimewa akan tetapi selalu diawasi oleh badan-badan sensor. Walaupun demikian surat kabar dan radio ikut berfungsi menyebar luaskan perkembangan bahasa Indonesia. Lenyaplah bahasa Belanda dari pergaulan sehari-hari memberikan peluang bagi perkembangan bahasa Indonesia.

             

By: Ali Mahrus Lowayu Dukun Gresik
Senin, 17 Oktober  2011

Sekian mudah-mudahan bermanfa’at, Amin..!!

About these ads