Download Skripsi Lengkap Pada Link-Link di Bawah Ini:

  1. Cover & Halaman Pengesahan
  2. Skripsi BAB I – BAB VII
  3. Lampiran – lampiran Skripsi
Isi dari Skripsi di atas:

SKRIPSI

 

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN (PAKEM) TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADITS SISWA KELAS VIII MTS BAHRUL ULUM SEKAPUK UJUNG PANGKAH GRESIK

  Oleh:

NAMA : ALI MAHRUS

NIM : 20078901010008

NIMKO : 2007.4.089.0101.00457

 PROGRAM SARJANA (S1)

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS  TARBIYAH

 INSTITUT KEISLAMAN ABDULLAH FAQIH (INKAFA)

SUCI-MANYAR-GRESIK

2011 

(i)

_____________________________________________________________

SKRIPSI

 

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN (PAKEM) TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADITS SISWA KELAS VIII MTS BAHRUL ULUM SEKAPUK UJUNG PANGKAH GRESIK

 Oleh:

NAMA : ALI MAHRUS

NIM : 20078901010008

NIMKO : 2007.4.089.0101.00457

PROGRAM SARJANA (S1)

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS  TARBIYAH

 INSTITUT KEISLAMAN ABDULLAH FAQIH (INKAFA)

SUCI-MANYAR-GRESIK

2011

 (ii)

_____________________________________________________________

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN (PAKEM) TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADITS SISWA KELAS VIII MTS BAHRUL ULUM SEKAPUK UJUNG PANGKAH GRESIK

 SKRIPSI

 Diajukan Kepada Institut Keislaman Abdullah Faqih Suci Manyar Gresik

Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana Strata Satu ( S1 ) Pada Jurusan Pendidikan Agama Islam

 Oleh:

NAMA : ALI MAHRUS

NIM : 20078901010008

NIMKO : 2007.4.089.0101.00457

 PROGRAM SARJANA (S1)

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS  TARBIYAH

 INSTITUT KEISLAMAN ABDULLAH FAQIH (INKAFA)

SUCI-MANYAR-GRESIK

2011

 (iii)

_____________________________________________________________

 LEMBAR PERSETUJUAN

 SKRIPSI INI TELAH DISETUJUI UNTUK DIUJIKAN

PADA TANGGAL …. JULI 2012

 Oleh:

 Pembimbing

H. Ahmad Hanif Hasan, SH, S.Pd, M.Pd

 NUP: 2003 02 019

 Mengetahui:

           Dekan                                                                   Ketua Jurusan

             Fakultas Tarbiyah                                          Pendidikan Agama Islam

     Abdul Halim, S.Ag., M. HI                                H. M. Fadlil Afi, BA., Lc

     NUP : 2003 01 005                                             NIY :2006 01 105

 (iv)

_____________________________________________________________

  LEMBAR PENGESAHAN TIM PENGUJI

 Skripsi ini telah diuji dan dinilai oleh

 Panitia Penguji Program Sarjana pada Program Studi Strata Satu (S1)

Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah

Institut Keislaman Abdullah Faqih

Pada Tanggal …. Juli 2011

Panitia Penguji:

                Nama                                                                                              Tanda tangan

  1.  ………………………………………………….                                …………………….

Mengetahui:

Dekan                                                           Ketua Jurusan

 Fakultas Tarbiyah                                          Pendidikan Agama Islam

Abdul Halim, S.Ag., M. HI                                H. M. Fadlil Afi, BA., Lc

NUP : 2003 01 005                                             NIY :2006 01 105

 (v) 

_____________________________________________________________

 LEMBAR PENGESAHAN

 SKRIPSI INI TELAH DIUJI DAN DISAHKAN

PADA TANGGAL …. JULI 2012

 Oleh:

 Pembimbing

H. Ahmad Hanif Hasan, SH, S.Pd, M.Pd

 NUP: 2003 02 019

 Mengetahui:

   Dekan                                                           Ketua Jurusan

 Fakultas Tarbiyah                                          Pendidikan Agama Islam

  Abdul Halim, S.Ag., M. HI                                H. M. Fadlil Afi, BA., Lc

NUP : 2003 01 005                                             NIY :2006 01 105

Rektor,

Institut KeIslaman Abdullah Faqih

Drs. H. Abdus Salam AR, MM.

  NUP: 2003 01 001

 (vi)

_____________________________________________________________

 MOTTO

 وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

 كن الكواكب و لا تكن السحائب

“Jadilah Bintang Dan Janganlah Jadi Asap”

  “Janganlah Engkau Kecewa Apabila Engkau Tidak Dihargai,

Kecewalah Apabila Engkau Tidak Berharga”

  “Hormatilah Orang Lain Niscaya Engkau Akan Dihormati”

PERSEMBAHAN

 Karya ini kupersembahkan untuk:

 Ayah Dan Ibunda Tercinta

( Yang selalu mensupport langkahku dengan iringan do’a dan penuh kesabaran dalam membimbing dan mengantarku sampai kejenjang pendidikan yang tinggi. Semoga dan mudah-mudahan cucuran keringat dan air matanya menjadi cucuran emas yang mengukir dunia.)

 Kakak Dan Adikku Tersayang.

 (Yang selalu mengiringi langkahku suka maupun duka, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini dengan sempurna.)

  (vii) 

_____________________________________________________________

 RIWAYAT HIDUP

 Ali Mahrus. Gresik, 21 Juli 1989, anak dari ayah Karmuji dan Ibu Toyyah. Anak kedua dari tiga saudara.

Pendidikan: 

  • RA Muslimat Hidayatus Salam Desa Lowayu Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik, lulus tahun 1995.
  • MI Hidayatus Salam Desa Lowayu Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik, lulus tahun 2000.
  • MTs Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik, lulus pada tahun 2004.
  • MA Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik, lulus pada tahun 2007.
  • S1 (Studi Strata 1) pada Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam Institut Keislaman Abdullah Faqih Suci Manyar Gresik sampai sekarang. 

Pengalaman di dunia pendidikan:

  • Mengabdi menjadi tenaga Edukatif Kursus Bahasa Arab di Pondok Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik tahun 2009.
  • Mengabdi menjadi tenaga Kepegawaian di Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Al-Muhtarom Lowayu Dukun Gresik tahun 2011 sampai sekarang.

Pengalaman Organisasi:

  • Pengurus OSPMS Departemen Pendidikan dan Pengajaran Komplek As-Sighor masa Khidmah 2007-2008.
  • Koordinator Lomba Kaligrafi di Komplek As-Sighor tahun 2007.

(viii)

_____________________________________________________________

KATA PENGANTAR 

بسم الله  الرحمن الرحيم

       Segala puji bagi Allah S.W.T yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”Pengaruh model pembelajaran PAKEM terhadap hasil belajar mata pelajaran Al-Qur’an Hadits siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik”. Dengan lancar.

      Keberhasilan penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

  1. Khodimul Ma’had KH. Masbuhin Faqih, selaku pengasuh pondok pesantren Mamba’us Sholihin Suci Manyar Gresik yang selalu ikhlas membimbing penulis dalam menggapai ilmu.
  2. Bapak Drs. KH. Abdus salam AR. MM, selaku Rektor Insitut Keislaman Abdullah Faqih (INKAFA) Suci Manyar Gresik dan kepada Bapak Purek I, II dan III, yang telah memberikan kesempatan penulis menjadi mahasiswa INKAFA dan memberikan fasilitas dalam penyelesaian studi.
  3. Kedua orang tuaku, yang telah relah mencurahkan segala tenaga dan pikiran untuk anaknya, dan yang telah mendidik dan membiayai penulis sehingga penulis bisa menyelesaikan studi diperguruan tinggi.
  4. Bapak Abdul Halim Wahid, S.Ag., M.Hi, selaku Dekan Fakultas Tarbiyah Insitut Keislaman Abdullah Faqih Suci Manyar Gresik.
  5. Bapak H.A. Hanif Hasan, S.H., S.Pd, M.Pd, selaku dosen pembimbing yang telah sabar telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, pengarahan,saran dan motivasi kepada penulis selama menyusun skripsi.
  6. Bapak Ihwanudin, S.Pdi., selaku kepala madrasah MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik yang telah memberikan izin dan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian dan Bapak Kisom Fuddin, S.Ag., selaku guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadits yang mau memberikan keterangan dan pengarahan kepada peneliti dan Ibu Atik Winarsih, Ama., selaku TU MTs Bahrul Ulum yang senantiasa meluangkan waktunya untuk peneliti dan guru-guru yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
  7. Segenap dosen fakultas tarbiyah jurusan pendidikan agama islam Institut Keislaman Abdullah Faqih (INKAFA) Suci Manyar Gresik, mulai dari semester I sampai semester VIII.
  8. Kepada teman-temanku khususnya kamar B komplek Al-Hanafi PON-PES Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik, yang selalu memberi dorongan, motivasi serta selalu menemaniku selama penelitian.
  9. kepada Adikku Roudlotul Jannah yang selalu memberi teguran dan motivasi kepada penulis sehingga bisa terselesaikannya studi penulis.
  1. Serta kepada semua pihak yang turut membantu dalam penulisan skripsi ini, semoga jasa-jasa mereka menjadi amal jariyah dan senantiasa diterima disisi Allah SWT.

      Dengan segalah kerendahan hati penulis penyadari sepenuhnya bahwa bagi kaum intelektual dan kalangan akademisi sejati hasil karya sederhana ini tidaklah memiliki nilai apa-apa dalam menambah khazanah ilmu pengetahuan. Hal ini dapat penulis maklumi dan fahami, dikarenakan kurangnya pemahaman, pengetahuan, dan wawasan luas yang penulis miliki. Oleh karena itu, demi kemaslahatan bersama dan demi menghindarkan dari kesesatan yang nyata, dengan segalah kerendahan hati dan kedua tangan terbuka, penulis membuka dan menerima kritik saran, baik bentuk lisan atau tulisan yang tentunya bersifat membangun.

                                                                                                           Gresik, 10 Juli 2011

                                                                                                                        Penulis

(ix)

_____________________________________________________________

RINGKASAN 

Ali Mahrus. 2007.4.089.0101.1.00457 ”Pengaruh model pembelajaran PAKEM terhadap hasil belajar Siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik”

Pembimbing: H.A. Hanif Hasan, S.H, S.Pd, M.Pd 

      Hasil belajar itu sangat penting sekali, dalam mencapai hasil belajar siswa yang optimal, itu perlu adanya metode, strategi atau perangkat pembelajaran lainya. Salah satunya adalah melalui model pembelajaran PAKEM. Model pembelajaran PAKEM diharapkan dapat memberikan alternatif kepada guru dalam mengimplementasikan model pembelajaran melalui kerjasama antara guru dan siswa yang sama-sama aktif dalam pembelajaran untuk memahami materi pelajaran, sehingga melalui kerjasama tersebut diharapkan dapat memperoleh hasil belajar siswa yang optimal.

      Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional, dengan menggunakan dua variabel, sebab penulis ingin mengetahui ada tidaknya pengaruh antara model pembelajaran PAKEM terhadap hasil belajar siswa MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik. Dalam penelitin ini penulis menjadikan seluruh siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik, yang berjumlah 26 siswa sebagai responden penelitian sehingga penelitian yang dilakukan penulis dapat dikategorikan sebagai penelitian populasi. Adapun instrumen yang digunakan meliputi pedoman wawancara, lembar pengamatan, keterlaksanaan model pembelajaran PAKEM dan lembar angket respon siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi metode wawancara, metode observasi dan metode angket, sedangkan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi product moment untuk analisis data hasil angket.

      Dari hasil analisis dan pembahasan dapat diketahui bahwa model pembelajaran PAKEM mempunyai pengaruh dalam memperoleh hasil belajar siswa yang diketahui dari hasil perhitungan product moment dengan hasil 0,692 yang lebih besar dari “r” product moment baik pada signifikansi 5% maupun 1%. Selain itu model pembelajaran PAKEM juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa yang dapat dibuktikan dari hasil kerja 0,692 yang dikonsultasikan pada tabel interpretasi ”r” product moment pada taraf 0,40-0,599 menunjukkan pengaruh pada taraf signifikansi ”cukup kuat”. 

(x)

_____________________________________________________________

DAFTAR ISI

Halaman Sampul Depan ( Hard Cover )……………………        i

Halaman Sampul Dalam………………………………………………..        ii

Halaman Prasyarat Gelar………………………………………………        iii

Halaman Persetujuan……………………………………………………      iv

Halaman Pengesahan Tim Penguji…………………………………..        v

Halaman Pengesahan……………………………………………………       vi

Halaman Motto dan Persembahan …………………………………       vii

Halaman Riwayat Hidup……………………………………………….       viii

Halaman Ucapan Terima Kasih ……………………………………..       ix

Halaman Ringkasan……………………………………………………..       xi

Daftar Isi……………………………………………………………………       xii

Daftar Tabel ……………………………………………………………….       xv

Daftar Gambar…………………………………………………………….       xvi

Daftar Lampiran………………………………………………………….      xvii

 BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………        1

1.1. Latar Belakang……………………………………………………….        1

1.2. Rumusan Masalah ………………………………………………….        6

1.3. Tujuan Penelitian …………………………………………………..        6

1.3.1. Tujuan Umum……………………………………………………..       7

1.3.2. Tujuan Khusus…………………………………………………….       7

1.4. Manfaat Penelitian …………………………………………………        7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA …………………………………..        8

2.1. Tinjauan tentang model Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM)…8

2.2. Tinjauan tentang hasil belajar…………………………………..       17

BAB III KERANGKA KONSEPTUAL  ………………………………..       25

3.1. Kerangka Konseptual…………………………………………………….       25

3.2. Hipotesis……………………………………………………………………..       27

 BAB IV METODOLOGI PENELITIAN ………………………………..       28

4.1. Jenis dan Rancangan Penelitian………………………………………………       28

4.2. Variabel Dan Devinisi Oprasional…………………………………………..       28

4.3. Populasi dan Sampel……………………………………………………………       31

4.4. Jenis dan Sumber Data………………………………………………………..       31

4.5. Metode Pengumpulan Data…………………………………………………..       32

4.6. Instrumen Penelitian…………………………………………………………….       33

4.7. Waktu dan Tempat Penelitian………………………………………………..       35

4.8. Teknik Analisis Data……………………………………………………………       35

BAB V HASIL PENELITIAN …………………………………………….       37

5.1. Gambaran Umum Hasil Penelitian ………………………………………….       37

5.2. Hasil Penelitian……………………………………………………………..       48

 BAB VI PEMBAHASAN…………………………………………………….       58

BAB VII PENUTUP ……………………………………………………………..       61

7.1. Simpulan…………………………………………………………………………..       61

7.2. Saran ………………………………………………………………………………       61

DAFTAR PUSTAKA

 LAMPIRAN-LAMPIRAN

DAFTAR LAMPIRAN 

Lampiran I            : Instrumen Angket Siswa – Siswi

Lampiran II           : Instrumen Wawancara Kepala Sekolah

Lampiran III         : Instrumen Wawancara Bagi Guru Mata pelajaran

Lampiran IV         : Instrumen Observasi Penelitian

Lampiran V           : Jadwal Penelitian

Lampiran VI         : Surat Izin Penelitian

Lampiran VII      : Lembar Konsultasi Skripsi

(xi)

_____________________________________________________________

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang  

      Peningkatan mutu pendidikan merupakan sasaran pembangunan di bidang pendidikan nasional dan merupakan bagian integral dari upaya peningkatan kualitas manusia Indonesia secara kaffah (menyeluruh). (Mulyasa, 2003: 31)

      Hal ini sejalan dengan rumusan tujuan pendidikan nasional yang tertulis dalam Undang-Undang Sisdiknas (UU RI No. 20 Th. 2003), Bab II pasal 3:

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (UU Sisdiknas, 2008: 7)

      Untuk mendukung tujuan di atas pemerintah Indonesia mengeluarkan Undang-Undang nomor 22 dan 25 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, yang meyakini bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan sedapat mungkin keputusan seharusnya dibuat oleh mereka yang berada di garis depan (line staff), yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kebijakan, dan terkena akibatnya secara langsung, yakni guru dan kepala sekolah. (Mulyasa, 2003: 32)

      Hal inilah yang menjadi cikal bakal diterapkannya manajemen berbasis sekolah (MBS). Istilah MBS pertama kali muncul di Amerika Serikat ketika masyarakat mulai mempertanyakan relevansi pendidikan dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat setempat. (Mulyasa, 2003: 33)

      Kemudian MBS ini dikembangkan pada pertengahan tahun 1999 oleh pemerintah Republik Indonesia bekerja sama dengan UNESCO dan UNICEF.      Dalam pelaksanaannya MBS yang diterapkan di Indonesia tidak harus meniru secara persis model-model MBS di negara lain. Indonesia telah belajar banyak dari pengalaman-pengalaman pelaksanaan MBS di negara lain, kemudian memodifikasi, merumuskan dan menyusun model dengan mempertimbangkan berbagai kondisi setempat seperti sejarah, geografi, struktur masyarakat, dan pengalaman-pengalaman pribadi di bidang pengelolaan pendidikan yang telah dan berlangsung selama ini. (Nurdin Matry, 2008: 37)

      Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah untuk mengatur kehidupan sesuai dengan potensi, tuntutan, dan kebutuhannya. (Mulyasa, 2003: 34)

      Metode pembelajaran atau sering digunakan istilah strategi belajar mengajar senantiasa mengalami dinamika dalam praktik dunia pendidikan. Tidak terkecuali di Negara Indonesia, dinamika tersebut terjadi dari masa ke masa seiring dengan kebijakan pemberlakuan kurikulum pendidikan mulai kurikulum 1975, 1984, 1994, 2004, KTSP 2006. Dalam catatan sejarah pendidikan nasional, telah dikenal beberapa pendekatan atau strategi pembelajaran seperti SAS (Sistesis, Analisis, Sistematis), CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), CTL (Contextual Teaching and Learning), Life Skills Education, dan yang terakhir adalah Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM). (Ismail, 2008: 45)

      MBS merupakan program Depdiknas yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang peduli anak, “creating learning comunities for children”. Untuk mendukung pengembangan dan diseminasi tiga komponen dalam program MBS ini adalah Manajemen Sekolah, PSM (Peran Serta Masyarakat) dan PAKEM.

      MBS bertolak dari asumsi bahwa sekolah memiliki kemampuan untuk merancang, menggali, memanfaatkan, meningkatkan sumber-sumber daya internal dan eksternal untuk mencapai tujuan-tujuan sekolah. (Nana shaodih sukmadinata dkk, 2006: 23)

      MBS yang ditandai dengan otonomi sekolah dan pelibatan masyarakat bertujuan untuk meningkatkan efisisiensi, mutu, dan pemerataan pendidikan. (Nurdin matry, 2008: 37)

      Peningkatan mutu inilah yang paling banyak mendapat sorotan dari segenap praktisi pendidikan. Peningkatan mutu dapat diperoleh antara lain, melalui fleksibilitas pengelolaan sekolah dan kelas serta peningkatan profesionalisme guru dan kepala sekolah. Itulah sebabnya maka dalam Undang-Undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 40 ayat (2) dinyatakan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban untuk (a) menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis (b) mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan,; dan memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. (UU SISDIKNAS, 2003: 28)

      Rumusan undang-undang di atas dikukuhkan lagi dengan PP No 19 tahun 2005 pasal 19 ayat (1):

Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. (Daryanto, 2009: 208)

      Berangkat dari rumusan kebijakan pemerintah di atas maka pendidik (guru) dituntut mampu menciptakan pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM). Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.

      Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) inilah yang merupakan salah satu program dalam MBS yang masih dikembangkan sampai sekarang. Pelaku pendidikan beranggapan bahwa model belajar ini masih efektif untuk diterapkan.

      Salah satu tujuan Pendidikan Agama Islam yaitu agar siswa memahami, menghayati, meyakini, dan mengamalkan ajaran Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman, bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia. Rumusan tujuan PAI ini mengandung pengertian bahwa proses pendidikan agama Islam yang dilalui dan dialami oleh siswa di sekolah dimulai dari tahapan kognisi, yakni pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap ajaran dan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam, dan untuk selanjutnya menuju kepada tahapan afeksi, yaitu terjadinya proses internalisasi ajaran dan nilai agama ke dalam diri siswa yaitu supaya siswa mengamalkan ajaran-ajaran Islam. (Muhaimin, 2004: 78-79)

      Al Qur’an hadits sebagai salah satu cabang mata pelajaran agama Islam memiliki tujuan yang sama dengan mata pelajaran umum. Sehingga penerapan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) diharapkan mampu mencapai hasil belajar atau tujuan dari pembelajaran yang telah dirumuskan.

      Kajian PAKEM ini telah dikaji oleh banyak peneliti dengan berbagai judul, sedangkan peneliti disini ingin meneliti tentang pengaruh dari model pembelajaran PAKEM terhadap hasil belajar siswa.

      Permasalahannya terletak pada bagaimana seharusnya penerapan PAKEM yang diharapkan mampu mencapai hasil dan tujuan pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Al Qur’an Hadits. Karena pada awalnya PAKEM hanya diterapkan pada mata pelajaran umum saja dan mata pelajaran agama seperti Al Qur’an Hadits hanya sekedar mengikuti.

      Obyek penelitian adalah siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik. Kelas VIII dipilih karena dianggap ideal dijadikan obyek penelitian karena siswa sudah pernah mendapatkan pelajaran Al Qur’an Hadits di kelas VII. Kelas VII tidak dipilih karena siswa masih menyesuaikan diri dengan pelajaran Al Qur’an Hadits, sedangkan untuk kelas IX proses belajar mengajarnya sudah diselesaikan.

      Bertolak dari latar belakang masalah yang diuraikan di atas, maka dalam hal ini peneliti terdorong untuk mengkaji dan mengamati lebih jauh tentang “Pengaruh Model Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Al Qur’an Hadits Siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik”.

1.2 Rumusan Masalah

      Untuk melakukan penelitian ini maka dirumuskan masalahnya dalam bentuk pertanyaan penelitian, yaitu:

1. Apakah ada pengaruh model Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) terhadap hasil belajar mata pelajaran Al Qur’an Hadits siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik?

2. Berapa besar signifikansi pengaruh model Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) terhadap hasil belajar mata pelajaran Al Qur’an Hadits siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik?

1.3. Tujuan Penelitian

      Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus: 

1.3.1. Tujuan umum

      Tujuan umum dari penelitian ini: untuk memenuhi syarat dalam memperoleh gelar SI (Strata I) pada jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) di Fakultas Tarbiyah, Institut Keislaman Abdullah Faqih (INKAFA).

1.3.2. Tujuan khusus

      Tujuan khusus dari penelitian ini: untuk mengetahui pengaruh model Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) terhadap hasil belajar mata pelajaran Al Qur’an Hadits siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik.

1.4. Manfaat Penelitian

1. Penelitian ini diharapkan dapat membantu para guru, khususnya guru mata pelajaran Al Qur’an Hadits di kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik, ketika mengajar siswanya dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran PAKEM semoga dapat memperoleh hasil atau tujuan seperti yang diharapkan.

2. Penulis dapat memperkaya wawasan dan pengalaman dalam penelitian.

3. Untuk memenuhi persyaratan dalam memperoleh gelar sarjana Pendidikan Agama Islam di INKAFA Suci Manyar Gresik.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 

2.1. Tinjauan tentang model Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM)

2.1.1. Sejarah model Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM)

      Sistem pendidikan akan menghasilkan lulusan yang berkualitas jika didukung oleh model pembelajaran yang berkualitas pula. Hasil belajar di Indonesia masih dipandang kurang baik, karena sebagian siswa belum mampu menggapai potensi yang ideal.

      Pembelajaran merupakan aktualisasi kurikulum yang menuntut aktifitas, kreatifitas, dan kearifan guru dalam menciptakan dan menumbuhkan kegiatan peserta didik sesuai dengan rencana yang telah diprogramkan, secara efektif dan menyenangkan. (Mulyasa, 2006: 189)

      Metode pembelajaran atau sering digunakan istilah strategi belajar mengajar senantiasa mengalami dinamika dalam praktik dunia pendidikan. Tidak terkecuali di Negara Indonesia, dinamika tersebut terjadi dari masa ke masa seiring dengan kebijakan pemberlakuan kurikulum pendidikan mulai kurikulum 1975, 1984, 1994, 2004, KTSP 2006. Dalam catatan sejarah pendidikan nasional, telah dikenal beberapa pendekatan atau strategi pembelajaran seperti SAS (Sistesis, Analisis, Sistematis), CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), CTL (Contextual Teaching and Learning), Life Skills

Education, dan yang terakhir adalah Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM). (Ismail, 2008: 45)

      Sejarah singkat munculnya PAKEM dimulai dari diberlakukannya Undang-Undang RI no 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, telah diterbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan. Dalam permendiknas tersebut diatur pelaksanaan sertifikasi guru melalui penilaian portofolio dengan sepuluh komponen yang bertujuan mengatur kompetensi pendidik, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, social dan professional. Bagi guru yang lulus penilaian portofolio, memperoleh sertifikat pendidik dan dinyatakan sebagai guru professional. Sebaliknya bagi guru yang belum lulus diwajibkan mengikuti kegiatan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru atau dikenal dengan istilah PPLG. Dalam buku rambu-rambu PPLG yang berlaku secara nasional oleh Depdiknas tahun 2007, salah satu materi pokok yang harus diberikan adalah materi PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Maka sejak akhir tahun 2007 istilah PAKEM mulai dikenal luas dalam dunia pendidikan di Indonesia. (Ismail, 2008: 45-46)

2.1.2. Pengertian model Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM)

      PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. PAKEM merupakan model pembelajaran yang diterapkan dalam kurikulum yang disempurnakan di bawah bimbingan MBE (managing based of education) dari UNESCO yang dalam aplikasinya pembelajaran yang mengembangkan kemampuan kritis, kreatif dan kemampuan memecahkan masalah.

      Metode PAKEM merupakan salah satu model pembelajaran yang diinginkan dalam implementasi KTSP di dalam kelas. Hal ini didasarkan dari bahwa PAKEM merupakan salah satu pilar pembangun KTSP selain manajemen sekolah dan PSM (peran serta masyarakat).

      PAKEM juga merupakan pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik melakukan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan ketrampilan, sikap, dan pemahaman dengan penekanan kepada belajar sambil bekerja, sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan, dan efektif. (Daryanto, 2009: 208)

      Pengertian pembelajaran PAKEM dapat dijabarkan sebagai berikut:

a. Pembelajaran Aktif

      Model belajar aktif terkait erat dengan motivasi belajar karena adanya hubungan timbal balik diantara kedua hal tersebut; untuk belajar aktif diperlukan motivasi belajar yang kuat; sebaliknya belajar aktif akan menyebabkan kegiatan belajar menjadi lebih berhasil dan menyenangkan sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar. (Haris murjiman, 2007: 54)

      Menurut Mulyasa, “Pembelajaran aktif merupakan pendekatan pembelajaran yang lebih banyak melibatkan aktifitas peserta didik dalam mengakses berbagai informasi dan pengetahuan untuk dibahas dan dikaji dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga mereka mendapatkan berbagai pengalaman yang dapat meningkatkan pemahaman dan kompetensinya. (Mulyasa, 2006: 191)

      Hal ini diterapkan dalam bentuk pendekatan PAKEM pada pembelajaran. Dalam pembelajaran ini, guru lebih memposisikan dirinya sebagai fasilitator pembelajaran yang mengatur sirkulasi dan jalannya pembelajaran dengan terlebih dahulu menyampaikan tujuan dan kompetensi yang akan dicapai dalam suatu pembelajaran. (Khaerudin dan Mahfud Junaedi, 2007: 209)

      Sedangkan peserta didik terlibat secara aktif dan banyak berperan dalam proses pembelajaran. Sebagai pusat belajar, peserta didik harus lebih aktif berkegiatan untuk membangun suatu pemahaman, ketrampilan, dan sikap tertentu. Aktifitas siswa menjadi penting karena belajar pada hakikatnya adalah proses yang aktif dimana siswa menggunakan pikirannya untuk membangun pemahaman (constructivism aproach). Dari proses pembelajaran aktif akan menyebabkan peserta didik mampu berpikir inovatif dan kreatif. (Nasar, 2006: 31)

b. Pembelajaran Kreatif

      Pembelajaran kreatif merupakan proses pembelajaran yang mengharuskan guru untuk dapat memotivasi dan memunculkan kreatifitas peserta didik selama pembelajaran berlangsung, dengan menggunakan beberapa metode dan strategi bervariasi, misalnya kerja kelompok, bermain peran, dan pemecahan masalah. (Mulyasa, 2006: 192)

      Untuk itu guru dituntut mampu merangsang kreatifitas peserta didik dalam hal kecakapan berpikir maupun dalam melakukan suatu tindakan. Kreatif yang dimaksud adalah kemampuan peserta didik dalam menghasilkan sebuah kegiatan atau aktifitas yang baru yang diperoleh dari hasil berpikir kreatif dengan mewujudkannya dalam bentuk sebuah hasil karya yang baru. (Khaerudin dan Mahfud Junaedi, 2007: 210)

c. Pembelajaran Efektif

      Pembelajaran dapat dikatakan efektif jika mampu memberikan pengalaman baru, dan membentuk kompetensi peserta didik, serta mengantarkan mereka ke tujuan yang ingin dicapai secara optimal. (Mulyasa, 2006: 193)

      Hal ini dapat dicapai dengan cara melibatkan seluruh peserta didik dalam merencanakan proses pembelajaran. Pendapat senada dikemukakan oleh Khaerudin dan Mahfud Junaedi yang menyatakan, “Pembelajararan dikatakan efektif jika peserta didik mengalami berbagai pengalaman baru dan perilakunya menjadi berubah menuju titik akumulasi kompetensi yang diharapkan”. (Khaerudin dan Mahfud Junaedi, 2007: 210)

      Pembelajaran efektif menuntut keterlibatan peserta didik secara aktif, karena mereka merupakan pusat kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi. Pembelajaran ini juga perlu ditunjang oleh suasana dan lingkungan yang memadai. Untuk itu, guru harus mampu mengelola tempat belajar dengan baik, mengelola peserta didik, mengelola kegiatan pembelajaran, mengelola isi atau materi pembelajaran, dan mengelola sumber-sumber belajar. (Mulyasa, 2006: 193-194)

 d. Pembelajaran Menyenangkan

      Pembelajaran menyenangkan (joyfull instruction) merupakan suatu proses pembelajaran yang didalamnya terdapat sebuah kohesi yang kuat antara pendidik dan peserta didik, tanpa ada perasaan terpaksa atau tertekan (not under pressure). (Mulyasa, 2006: 193-194)

      Dalam pembelajaran ini guru memposisikan diri sebagai mitra belajar peserta didik agar tercipta suasana keakraban antara pendidik dan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Menyenangkan atau membuat suasana belajar dalam keadaan gembira bukan berarti menciptakan suasana ribut dan hura-hura. Ini tidak ada hubungannya dengan kesenangan yang sembrono dan kemeriahan yang dangkal. “Kegembiraan” disini berarti bangkitnya minat, adanya keterlibatan penuh, serta terciptanya makna, pemahaman (penguasaan materi yang dipelajari), dan nilai yang membanggakan pada diri si pembelajar. Itu semua adalah kegembiraan dalam melahirkan sesuatu yang baru. (Hernowo, 2004: 17)

      Pembelajaran yang menyenangkan ini dapat terwujud apabila guru mampu mendesain materi pembelajaran dengan baik serta mengkombinasikannya dengan strategi pembelajaran yang mengedepankan keterlibatan aktif peserta didik di kelas, seperti simulasi, game, team quiz, role playing dan sebagainya. (Khaerudin dan Mahfud Junaedi, 2007: 220)

2.1.3. Ciri-ciri model Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM)

      Menurut Daryanto, pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan mempunyai ciri-ciri antara lain:

a. Mengaktifkan peserta didik.

b. Mendorong kreatifitas peserta didik.

c. Pembelajarannya efektif.

d. Pembelajarannya menyenangkan. (Daryanto, 2009: 209)

      Pendapat lain diungkapkan oleh Paulus Hariyono yang menyatakan bahwa ciri-ciri PAKEM adalah sebagai berikut:

a. Tidak menganggap anak sebagai botol kosong atau kertas putih yang siap diisi atau dicoret-coret, sebaliknya terimalah dan hargailah pikiran atau pendapatnya.

b. Hubungan guru dan murid berlangsung dalam kekerabatan, tidak perlu diciptakan jarak, apalagi suasana menakutkan.

c. Guru banyak menggali pendapat anak, mengembangkan pendapat yang benar atau baik dan meluruskan yang kurang tepat.

d. Selalu menggunakan pengalaman langsung anak, bukan mencaricari yang tidak dialami oleh anak.

e. Perbanyak memecahkan masalah secara praktis sesuai dengan tigkat kemampuan anak.

f. Menggunakan semua sarana yang ada secara optimal dan tidak merasa dikejar-kejar batasan waktu oleh jam pelajaran sematamata.

g. Memanfaatkan, menciptakan dan mengembangkan alat peraga yang sederhana, mudah sesuai dengan kemampuan anak. (Paulus Hariyono, 2008: 251)

2.1.4. Tujuan model Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM)

      Secara umum tujuan penerapan PAKEM adalah agar proses pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dapat merangsang aktifitas dan kreatifitas belajar peserta didik serta dilaksanakan secara efektif dan menyenangkan. (Khaerudin dan Mahfud Junaedi, 2007: 228)

      Model ini merupakan salah satu alternatif solusi untuk menciptakan lulusan yang berkualitas, kompetitif dan unggul. Tujuan PAKEM adalah merancang pembelajaran untuk mengaktifkan peserta didik agar dapat mengembangkan kreatifitas sehingga efektif namun tetap menyenangkan. Guru bertanggung jawab untuk menciptakan situasi yang dapat mendorong prakarsa, motivasi dan tanggung jawab peserta didik dalam suasana yang menyenangkan dan tidak kaku sehingga pembelajaran akan mudah dipahami dan berpusat pada peserta didik. Selain itu guru juga harus mampu mengembangkan kemampuan peserta didik yang beraneka ragam secara optimal sehingga peserta didik mampu berperan dalam kehidupan di masyarakat.

      Sejalan dengan itu, PAKEM diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan dengan menyiapkan peserta didik memperoleh ketrampilan, pengetahuan dan sikap, guna mempersiapkan kehidupan di masa depan.

2.1.5. Model Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) pada mata pelajaran Al Qur’an Hadits

      PAKEM merupakan pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik melakukan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan ketrampilan, sikap dan pemahaman dengan penekanan kepada belajar sambil bekerja, sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan, dan efektif. (Daryanto, 2009: 208)

      PAKEM diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan dengan menyiapkan peserta didik memperoleh ketrampilan, pengetahuan dan sikap, guna mempersiapkan kehidupan di masa depan.

      Dalam proses pembelajaran guru dituntut untuk memberikan bimbingan dan pendidikan kepada peserta didik secara profesional. Proses pembelajaran hendaknya dilakukan dengan metode yang mudah diterima oleh peserta didik. PAKEM memberikan solusi pembelajaran yang dapat merangsang aktifitas pikir sehingga dapat meningkatkan kreatifitas peserta didik dan dalam kondisi yang menyenangkan pembelajaran dapat berjalan secara efektif.

      Al Qur’an hadits sebagai salah satu cabang mata pelajaran agama Islam memiliki tujuan yang sama dengan mata pelajaran umum. Sehingga penerapan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) diharapkan mampu mencapai hasil belajar atau tujuan dari pembelajaran yang telah dirumuskan.

      Permasalahannya terletak pada bagaimana seharusnya penerapan PAKEM yang diharapkan mampu mencapai hasil dan tujuan pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Al Qur’an Hadits. Karena pada awalnya PAKEM hanya diterapkan pada mata pelajaran umum saja dan mata pelajaran agama seperti Al Qur’an Hadits hanya sekedar mengikuti.

2.2. Tinjauan tentang hasil belajar

2.2.1. Pengertian hasil belajar

      Hasil dapat diartikan sebagai sebuah prestasi dari apa yang telah dilakukan. Sedangkan istilah belajar itu sangat banyak sekali penjelasannya, diantaranya: Belajar merupakan proses dalam diri individu yang berinteraksi dengan lingkungan untuk mendapatkan perubahan dalam perilakunya. Belajar adalah aktivitas atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, keterampilan dan sikap. (Purwanto, 2009: 39)

      Menurut Drs. Slameto seperti yang dikutip Syaiful Bahri,” belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. (Syaiful Bahri Djamarah, 2002: 13)

      Akhirnya dapat disimpulkan bahwa belajar serangkaian kegiatan untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor.

      Dari penjelasan beberapa ahli, dapat diambil kesimpulan bahwa belajar pada hakekatnya adalah proses perubahan perilaku siswa dalam bakat pengalaman dan pelatihan. Artinya tujuan kegiatan belajar mengajar ialah perubahan tingkahlaku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan, sikap, bahkan meliputi segenap aspek pribadi. Kegiatan belajar mengajar seperti mengorganisasi pengalaman belajar, menilai proses dan hasil belajar, termasuk dalam cakupan tanggung jawab guru dalam pencapaian hasil belajar siswa.

      Yang menjadi petunjuk bahwa suatu proses belajar mengajar dianggap berhasil menurut Syiful Bahri Djamarah Dan Aswan Zain (2002 : 120) Ialah :

a. Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi, baik secara individual maupun kelompok

b. Perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran instruksional khusus (TIK) telah dicapai oleh siswa.

      Berdasarkan ungkapan pendapat diatas maka dapat ditegaskan bahwa salah satu fungsi hasil belajar siswa diantaranya ialah siswa dapat mencapai prestasi yang maksimal sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki, serta siswa dapat mengatasi berbagai macam kesulitan belajar yang mereka alami.

      Jadi hasil belajar secara umum berarti suatu yang dicapai dengan perubahan tingkah laku yaitu melalui proses membandingkan pengalaman masa lampau dengan apa yang sedang diminati oleh siswa dalam bentuk angka yang bersangkutan hasil evaluasi dari berbagai aspek pendidikan baik aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Biasanya diberikan dalam bentuk laporan atau rapot. Sedangkan menurut Sudjana (2006: 22) hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya.

2.2.2. Aspek-aspek hasil belajar

      Pada umumnya hasil belajar dapat dikelompokkan menjadi tiga ranah yaitu ranah kognitif, ranah afektif, dan psikomotor. Secara ekplesit ketiga ranah ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Setiap mata ajar selalu mengandung ketiga ranah tersebut, namun penekanan selalu berbeda. Mata ajar praktek lebih menekankan pada ranah psikomotor, sedangkan mata ajar pemahaman konsep lebih menekankan pada ranah kognitif. Namun kedua ranah tersebut mengandung ranah afektif. (Mimin Haryati, 2007: 22)

      Menurut Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah, (Nana Sudjana, 2006:  22) yakni:

      Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, amplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi.

      Ranah afektif berkenaan dengan sikap terdiri dari lima aspek yakni penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan internasional.

      Ranah psikomotoris  berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. Ada enam aspek ranah psikomotoris, yakni gerakan refleks, keterampilan gerakan dasar, kemampuan perseptual, keharmonisan atau ketetapan, gerakan keterampilan kompleks dan gerakan ekspresif dan interpretatif.

      Ketiga ranah tersebut menjadi objek penilaian hasil belajar. Diantara ketiga ranah itu, ranah kognotiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru di sekolah karena berkaitan dengan kemampuan para siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran. (Nana Sudjana, 2006: 23)

  1.  Ranah kognitif

      Aspek kognitif terdiri dari enam tingakatan dengan aspek belajar yang berbeda-beda. Keenam tingkatan tersebut yaitu:

a. Tingkat pengetahuan (knowledge), pada tahap ini menuntut siswa untuk mampu mengingat (recall) berbagai informasi yang telah diterima sebelumnya, misalnya fakta, rumus, terminologi strategi problem solving dan lain sebagainya.

b. Tingkat pemahaman (comprehension), pada tahap ini kategori pemahaman dihubungkan dengan kemampuan untuk menjelaskan pengetahuan, informasi yang telah diketahui dengan kata-kata sendiri. Pada tahap ini peserta didik diharapkan menerjemahkan atau menyebutkan kembali yang telah di dengar dengan kata-kata sendiri.

c. Tingkat penerapan (application), penerapan ini merupakan kemampuan untuk menggunakan atau menerapkan informasi yang telah dipelajari kedalam situasi yang baru, serta memecahkan berbagai masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari.

d. Tingkat analisis (analysis), analisis merupakan kemampuan mengindifikasikan, memisahkan dan membedakan komponenkomponen atau elemen suatu fakta, konsep, pendapat, asumsi, hipotesa atau kesimpulan, dan memeriksa setiap komponen tersebut untuk melihat ada atau tidaknya kontradiksi.

e. Tingkat sintesis (syntesis), sintesis merupakan kemampuan seseorang dalam mengaitkan dan menyatukan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada sehingga terbentuk pola baru yang lebih menyeluruh.

f. Tingkat evaluasi (evaluation), evaluasi merupakan level tertinggi yang mengharapkan peserta didik mampu membuat penilaian dan keputusan tentang nilai suatu gagasan, metode, produk atau benda dengan menggunakan kriteria tertentu. (Mimin Haryati, 2007: 23)

2. Ranah Afektif

      Beberapa jenis kategori ranah afektif sebagai hasil belajar. Kategorinya dimulai dari tingkat yang dasar atau sederhana sampai tingkat yang kompleks, diantaranya:

a. Recivung (attending), yakni semacam kepekaan dalam menerima rangsangan (stimulasi) dari luar yang datang kepada siswa dalam bentuk masalah, situasi, gejala, dll. Dalam tipe ini termasuk kesadaran, keinginan untuk menerima stimulus, kontrol, dan seleksi gejala atau rangsangan dari luar.

b. Responding atau jawaban, yakni reaksi yang diberikan oleh seseorang terhadap stimulasi yang datang dari luar. Hal ini mencangkup ketetapan reaksi, perasaan, kepuasaan dalam menjawab stimulus dari luar yang datang kepada dirinya.

c. Valuing (penilaian) berkenaan dengan nilai dan kepercayaan terhadap gejala atau stimulus tadi. Dalam evaluasi ini termasuk didalamnya kesediaan menerima nilai, latar belakang atau pengalaman untuk menerima nilai dan kesepakatan terhadap nilai tersebut.

d. Organisasi yakni pengembangan dari nilai kedalam satu sistem organisasi, termasuk hubungan satu nilai dengan nilai yang lain, pemantapan dan periotas nilai yang telah dimiliki. Yang termasuk ke dalam organisasi ialah konsep tentang nilai, organisasi sistem nilai dan lain-lain.

e. Karakteristik nilai atau internalisasi nilai, yakni keterpaduan semua sistem nilai yang dimiliki seseorang, yakni mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya. Kedalamnya termasuk keseluruhan nilai dan karakteristiknya. (Nana Sudjana, 2006: 3)

3. Ranah Psikomotor

      Hasil belajar psikomotor tampak dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu. Ada enan tingkatan keterampilan, yakni:

a. Gerakan refleks (keterampilan pada gerakan yang tidak sadar)

b. Keterampilan pada gerakan-gerakan dasar

c. Kemampuan perseptual, termasuk didalamnya membedakan visual, membedakan auditif, motoris, dan lain-lain.

d. Kemampuan di bidang fisik, misalnya kekuatan, keharmonisan, dan ketepatan.

e. Gerakan-gerakan skill, mulai dari keterampilan yang kompleks.

f. Kemampuan yang berkenaan dengan komonikasi non-decursive seperti gerakan ekpresif dan interpretative. (Nana Sudjana, 2006: 31)

2.2.3. Hasi belajar siswa pada mata pelajaran Al Qur’an Hadits

      Hasil belajar secara umum berarti suatu yang dicapai dengan perubahan tingkah laku yaitu melalui proses membandingkan pengalaman masa lampau dengan apa yang sedang diminati oleh siswa dalam bentuk angka yang bersangkutan hasil evaluasi dari berbagai aspek pendidikan baik aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Biasanya diberikan dalam bentuk laporan atau rapot. Sedangkan menurut Sudjana (2006: 22) hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya.

      Di dalam Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa pendidikan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara demokratis serta bertangung jawab. (UU SISDIKNAS, 2003: 7)

      Untuk mencapai tujuan tersebut, maka salah satu mata pelajaran yang harus dipelajari oleh peserta didik terutama di madrasah adalah pendidikan agama Islam (PAI) yang terdiri dari al-Qur’an Hadits, aqidah akhlak, fiqih dan sejarah kebudayaan Islam yang bertujuan agar peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.

      Khusus dalam bidang study Al Qur’an Hadits diproleh penjelasan bahwa bidang study Al Qur’an Hadits ini merupakan perencanaan dan pelaksanaan program pengajaran membaca dan mengartikan atau menafsirkan ayat-ayat Al Qur’an dan hadits-hadits tertentu, yang sesuai dengan kepentingan siswa menurut tingkat-tingkat madrasah yang bersangkutan, sehingga dapat dijadikan modal kemampuan untuk mempelajari, meresapi dan menghayati pokok-pokok Al Qur’an dan Al Hadits dan menarik hikmah yang terkandung di dalamnya secara keseluruhan.

      Disamping itu, pengajaran bidang study Al Qur’an Hadits ini memiliki fungsi sebagai berikut:

a. Membimbing siswa ke arah pengenalan, pengetahuan, pemahaman dan kesadaran untuk mengamalkan kandungan ayat-ayat suci Al Qur’an dan Al Hadits.

b. Menunjang bidang-bidang study lain dalam kelompok pengajaran agama Islam, khususnya bidang study aqidah akhlak dan syari’ah.

c. Merupakan mata rantai dalam pembinaan kepribadian siswa ke arah pribadi utama menurut norma-norma agama.

      Secara substansial mata pelajaran Al-Qur’an Hadits memiliki kontribusi besar dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempraktekkan ajaran Islam yang terkandung di dalam Al-Qur’an Hadits sebagai sumber utama ajaran Islam. Dengan demikian hasil belajar siswa terutama pada pelajaran Al Qur’an Hadits itu sangat penting sekali karena seperti yang dijelaskan diatas bahwasanya Al Qur’an dan Hadits itu adalah termasuk sumber hukum-hukum islam.

BAB III

KERANGKA KONSEPTUAL 

3.1  Kerangka Konseptual

      Kerangka konseptual adalah merupakan kerangka yang menghubungkan antara konsep-konsep khusus yang akan diteliti, suatu konsep bukan merupakan gejala yang akan diteliti, akan tetapi merupakan suatu abstraksi dari gejala tersebut. Sedangkan konsep sendiri adalah kesimpulan dari arti-arti yang berkaitan dengan istilah Kerangka konseptual penelitian dapat berupa bagan, model matematik atau persamaan fungsional yang dilengkapi dengan uraian kualitatif. (Sugiono, 2006 : 67)

      Menurut Sugiyono (2009: 66) kerangka konseptual yang baik akan menjelaskan secara teoritis peraturan antara variabel independen dan dependen. Peraturan antara variabel selanjutnya dirumuskan kedalm bentuk paradigma penelitian. (Iskandar, 2009: 54)

      Alur kerangka konseptual mengenai model PAKEM terhadap hasil belajar siswa, maka paradigma peneliti dapat digambarkan dalam bagan sebagai berikut:

Gambar 3.1 kerangka konseptual

PBM) Proses Belajar Mengajar)

Al Qur’an Hadits

      Kerangka konseptual dalam gambar diatas, dapat dijelaskan bahwa PBM (Proses Belajar Mengajar) Al Qur’an Hadits dengan menggunakan model pembelajaran PAKEM dapat mempengaruhi hasil belajar siswa, siswa dalam hal ini adalah siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik, merupakan yang utama bagi seorang guru yang memberikan pengalaman belajar dengan harapan setelah selesai pembelajaran terjadi perubahan pada diri siswa baik pada aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Yang mana dalam proses belajar mengajar seorang guru harus mendorong siswanya untuk bertindak melakukan sesuatu seperti menggunakan model pembelajaran PAKEM yang mana siswanya didorong untuk aktif, kreatif, efektif sehingga dapat mencapai hasil atau tujuan belajar.

      Proses belajar mengajar (PBM) merupakan inti dari kegiatan di sekolah, dan hal yang perlu diperhatikan dalam proses belajar mengajar adalah guru harus memiliki semangat yang tinggi untuk berperan aktif dalam proses belajar mengajar yang bermutu tinggi.

      Metode PAKEM merupakan salah satu model pembelajaran yang diinginkan dalam implementasi KTSP di dalam kelas. Hal ini didasarkan dari bahwa PAKEM merupakan salah satu pilar pembangun KTSP selain manajemen sekolah dan PSM (peran serta masyarakat).

      PAKEM juga merupakan pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik melakukan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan ketrampilan, sikap, dan pemahaman dengan penekanan kepada belajar sambil bekerja, sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan, dan efektif. ( Daryanto, 2009:208)

      Dengan menggunakan model pembelajaran PAKEM dalam proses belajar mengajar, maka dapat mempengaruhi siswa agar lebih aktif, lebih kreatif dan lebih efektif dalam belajarnya sehingga hasil atau tujuan dari belajar bisa tercapai.

      Bedasarkan teori yang dikemukakan diatas dapat dibuat kerangka konseptual yang intinya menyatakan bahwa hubungan positif antara pengaruh model pembelajaran PAKEM dan hasil belajar mata pelajaran Al Quran Hadits siswa kelas VIII di Mts Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik.

 3.2. Hipotesis

      Hipotesis adalah suatu pernyatan yang masih harus diuji kebenarannya secara empirik. (Iskandar, 2009: 57), Berdasarkan landasan teori diatas Penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut:

  1. Ada pengaruh model pembelajaran PAKEM terhadap hasil belajar mata pelajaran Al Quran Hadits siswa kelas VIII di Mts Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik.
  2. Ada pengaruh yang signifikansi antara model pembelajran PAKEM dengan hasil belajar mata pelajaran Al Quran Hadits siswa kelas VIII di Mts Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik.

BAB IV

METODOLOGI PENELITIAN 

4.1. Jenis dan Rancangan Penelitian

      Berdasarkan judul “Pengaruh model pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan menyenangkan terhadap hasil belajar siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik” dan latar belakang yang telah dikemukakan, maka jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian korelasional ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara variabel X dan variabel Y (Arikunto,2006: 37).

Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan korelasional yaitu untuk mengetahui pengaruh Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan terhadap hasil belajar siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik. Penelitian dilakukan dilapangan dengan dua variabel yaitu variabel bebas (model PAKEM) dan variabel terikat (hasil belajar siswa) yang dilakukan dengan survei kepada siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik dengan cara menyebarkan angket yang telah disusun oleh peneliti kepada 26 siswa.

4.2. Variabel Dan Devinisi Oprasional

4.2.1. Variabel Penelitian

      Disini penulis akan menggunakan dua variabel, yaitu:

a. Variabel bebas (independen variabel)

Yaitu variabel yang mempengaruhi, dalam hal ini adalah model pembelajaran PAKEM

b. Variabel terkait (dependen variabel)

Yaitu variabel yang tergantung atas variabel lain, dalam hal ini adalah hasil belajar mata pelajaran Al Quran Hadits pada siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik.

      Dalam penelitian ini, peneliti mencoba menghubungkan dua variabel tersebut, yakni variabel X (model pembelajaran PAKEM) dengan variabel Y (hasil belajar siswa), jika variabel X baik maka variabel Y baik pula begitu juga dengan sebaliknya.

4.2.2. Devinisi oprasional

      Untuk menghindari pengertian bermacam-macam dalam memahami judul skripsi penelitian ini, maka ada beberapa istilah yang perlu dijelaskan, diantaranya yaitu:

a.  Pengaruh adalah daya yang ada atau timbulnya sesuatu (orang, benda atau lainnya) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang. (Depdiknas, 2002: 304)

b. PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. PAKEM merupakan model pembelajaran yang diterapkan dalam kurikulum yang disempurnakan di bawah bimbingan MBE (managing based of education) dari UNESCO yang dalam aplikasinya pembelajaran yang mengembangkan kemampuan kritis, kreatif dan kemampuan memecahkan masalah. (Daryanto, 2009: 208)

c.  Terhadap adalah kata depan untuk menandai arah, kepada, lawan. (Depdiknas, 2002: 481)

d.Hasil adalah pendapatan, perolehan, buah. (Depdiknas, 2002: 261)

e.  Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. (Syaiful Bahri Djamarah, 2002: 13)

f. Al-quran hadits adalah salah satu mata pelajaran pendidikan agama islam.

g.  Siswa adalah anak (pribadi yang belum dewasa) yang tanggung jawabnya diserahkan orang tua kepada pendidik. (Hasbullah, 2006: 23)

h.  MTs Bahrul Ulum adalah suatu lembaga pendidikan formal tingkat menengah yang terletak di desa Sekapuk Ujungpangkah Gresik.

i. Sekapuk adalah nama sebuah desa yang berada di provinsi Jawa Timur.

j. Ujungpangkah adalah nama sebuah kecamatan yang berada di provinsi Jawa Timur.

k. Gresik adalah nama sebuah kabupaten yang berada di provinsi Jawa Timur.

      Dari beberapa penjelasan istilah diatas, maka dapat disimpulkan bahwa judul penelitian ini mengandung pengertian penyelidikan tentang adanya pengaruh timbal balik antara model pembelajaran PAKEM terhadap hasil belajar mata pelajaran Al Quran Hadits pada siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik.

4.3. Populasi dan Sampel

      Populasi adalah keseluruhan objek atau individu yang berada di suatu wilayah tertentu yang akan diteliti dalam suatu penelitian. Yang menjadi populasi dalam proposal penelitian ini adalah keseluruhan kelas VIII di MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik dengan jumlah siswanya ada 26 anak yang sekaligus menjadi sampel dalam penelitian ini.

4.4. Jenis dan Sumber Data

4.4.1. Jenis data

          Jenis data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah jenis data kuantitatif, data kuantitatif adalah data yang berhubungan dengan angka-angka atau bilangan yang diperoleh dari hasil pengukuran, maupun diperoleh dengan mengubah data kualitatif  menjadi data kuantitatif. Adapun jenis data kuantitatif dalam penelitian ini ialah hasil penjumlahan skor atau data tentang usaha guru untuk memperoleh hasil belajar siswa serta implementasi pembelajaran PAKEM dalam proses belajar mengajar. 

4.4.2. Sumber data

      Yang dimaksud dengan sumber data adalah subjek dari mana data dapat diperoleh, berkaitan dengan data-data yang diperlukan oleh penulis, maka sumber data di klasifikasikan menjadi dua, yaitu sumber data primer dan sumber data skunder.

      Dalam hal ini, yang menjadi sumber data primer adalah data-data yang diperoleh dari angket siswa kelas VIII di MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik. Sumber data ini disebut responden, yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis maupun lisan. Sedangkan yang menjadi sumber data skunder adalah kepala sekolah, para dewan guru, wali kelas dan dokumen-dokumen, sumber data ini dapat juga disebut informasi.

 4.5. Metode Pengumpulan Data

      Pengumpulan data merupakan proses pengadaan data. Data yang harus dikumpulkan harus mempunyai nilai validitas dan reabilitas yang baik. Sehubungan dengan itu, maka metode pengumpulan data yang di pergunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Metode pengamatan (observasi)

      Metode ini digunakan untuk mendapatkan data-data atau gejala-gejala yang diamati secara langsung. Penulis menggunakan instrument ini untuk mengetahui keadaan tentang sekolah yang sebenarnya, meliputi: keadaan guru atau karyawan, keadaan sarana dan prasarana sekolah, keadaan kelas dalam proses belajar mengajar.

2. Metode wawancara (interview)

      Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang pelaksanaan pembelajaran, serta tentang pertumbuhan dan perkembangan sekolah. Dalam hal ini penulis mewawancarai kepala sekolah MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik, dan mewawancarai guru mata pelajaran Al Quran Hadits untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran PAKEM terhadap hasil belajar mata pelajaran Al Quran Hadits di MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik.

3.Metode angket (Questioner)

      Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan angket yang mana peneliti sudah menyediakan alternatif jawabannya, dan responden tinggal memilih salah satu jawaban yang sudah tersedia.

      Peneliti menggunakan metode angket untuk memperoleh data tentang model pembelajaran PAKEM terhadap hasil belajar mata pelajaran Al Qur’an Hadits siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik.

      Data ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran PAKEM terhadap hasil belajar mata pelajaran Al Qur’an Hadits siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik.

      Angket ini digunakan untuk memperoleh data-data yang berkenaan dengan pengaruh model pembelajaran PAKEM terhadap hasil belajar mata pelajaran Al Qur’an Hadits siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum dan yang menjadi sasaran angket tersebut siswa itu sendiri.

 4.6. Instrumen Penelitian

      Dalam kegiatan penelitian untuk memperoleh data dari lapangan, seorang peneliti biasanya menggunakan instrumen yang baik dan mampu mengambil informasi dari objek atau subjek yang diteliti, untuk mencapai tujuan tersebut, maka instrumen yang dibutuhkan adalah:

a. Chek list

      Dalam penelitian ini, chek list digunakan sebagai instrumen dari metode observasi. Chek list atau daftar chek adalah suatu daftar yang berisi subjek dan aspek yang akan diamati, chek list dapat menjamin bahwa peneliti tiap-tiap kejadian sekecil apapun yang dianggap penting. (Riduwan, 2007: 72)

b. Kisi-kisi instrumen

Butir-butir soal instrumen yang peneliti gunakan itu ada 20 soal, diantaranya yaitu: 10 soal dari variabel bebas (model pembelajaran PAKEM), 10 soal lagi dari variabel terikat (hasil belajar siswa).

c. Pedoman wawancara (inter view guide)

      Dalam penelitian ini, pedoman wawancara di gunakan sebagai penelitian dalam metode wawancara. Penulis menggunakan instrumen penelitian ini untuk mendapatkan data yang lebih valid setelah penulis mengamati secara langsung keadaan sekolah.

      Wawancara dimaksudkan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Dalam hal ini penulis mewawancarai guru mata pelajaran Al Qur’an Hadits untuk mengetahui model pembelajaran PAKEM terhadap hasil belajar mata pelajaran Al Qur’an Hadits siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik.

4.7. Waktu dan Tempat Penelitian

      Waktu penelitian dilakukan oleh peneliti mulai 10 Mei 2011 sampai 30 Juni 2011, sedangkan tempat penelitian dilakukan di MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik.

4.8.Teknik Analisis Data

      Teknik analisis data merupakan cara yang digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penelitian. Jadi setelah pengelolaan data dilakukan, maka proses berikutnya adalah menganalisis data.

      Sebelum mencari tentang ada tidaknya pengaruh model pembelajaran PAKEM terhadap hasil belajar mata pelajaran Al Qur’an Hadits siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik, maka teknik analisis data yang penulis pergunakan dalam penelitian ini adalah data yang bersifat kuantitatif yaitu data digunakan untuk memberikan kesimpulan melalui angka-angka yang diperoleh dalam analisa statistik dalam hal ini penulis menggunakan rumus korelasi product moment sebagai berikut:

rxy =

Keterangan:

rxy   = Angka indeks korelasi ”r” product moment

N     = Number of cases

XY = Jumlah hasil perkalian antara skor x dan skor y

X  = Jumlah seluruh skor x

Y  = Jumlah seluruh skor y. (Sudijono, 2008: 206)

      Selanjutnya untuk menafsirkan hasil perhitungan dengan rumus korelasi product moment dapat dilihat interpretasi koefisien korelasi nilai ”r” sebagai berikut: (Riduwan, 2005: 138).

Tabel 4.1

Interpretasi koefisien korelasi nilai ”r”

Interval koefisien

Tingkat korelasi

0,80-1,00

0,60-0,799

0,40-0,599

0,20-0,399

0,00-0,199

Antara variabel X dan Y terdapat korelasi sangat kuat.

Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang kuat.

Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang cukup kuat.

Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang rendah.

Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang cukup rendah.

 BAB V

HASIL PENELITIAN 

5.1. Gambaran Umum Hasil Penelitian

5.1.1. Sejarah berdirinya MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik

      MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik berdiri pada tahun 1990, yang mana berdirinya MTs Bahrul Ulum atas inisiatif dari pada tokoh masyarakat yang ada di desa Sekapuk.

      Sebelum MTs Bahrul Ulum didirikan itu hanya ada lembaga RA dan MI Bahrul Ulum saja, tapi sekarang sudah ada MTs dan MA Bahrul Ulum, dan status tanahnya milik lembaga sendiri.

      Pada tahun 1990 MTs Bahrul Ulum sudah mulai beroperasi proses belajar mengajarnya, namun SK kelembagaan MTs Bahrul Ulum baru di keluarkan pada tanggal 17 September 2007 yang berstatus dengan nomor statistic atau NSM: 121-235-250-071, selanjutnya MTs Bahrul Ulum mengajukan akreditasi dan mendapatkan status terakreditasi B.

      Identitas MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik:

  1. Nama Lembaga                     : MTs. BAHRUL ULUM
  2. Alamat                       : Jl. KH. Wachid Hasyim No. 17 Sekapuk Ujungpangkah Gresik 61154 Jawa Timur( 031 ) 3948098
  3. Nama Yayasan                        : LP.MA’ARIF
  4. Status Sekolah                         : Swasta / Terakreditasi B
  5. SK Kelembagaan                     : 17 September 2007
  6. NSM ( 12 digit )                       : 121-235-250-071
  7. Tipe Sekolah                             : Masuk Pagi
  8. Tahun didirikan/beroperasi  : 1990
  9. Status Tanah                              : Milik Sendiri / Sertifikat
  10. Luas Tanah                                : 2.408 m2
  11. Luas Bangunan                         : 524 m2
  12. Nama Kepala Sekolah             : IHWANUDIN, S.Pd
  13. Alamat                                       : RT. 04 RW. 05 Sekapuk Ujungpangkah Gresik 61154 Tlpn: 081 553 956 111
  14. No.SK Kepala Sekolah              : 015/SK/P.YPBU/A.1/X/2010
  15. Masa Kerja Kepala Sekolah    : 4 Tahun

5.1.2. Letak Geografis MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik

      Secara Geografis letak MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik berada di desa Sekapuk, yang mana terletak di jalan Jl. KH. Wachid Hasyim No. 17 dengan batasan sebelah timur berbatasan dengan MI Bahrul Ulum, sebelah selatan berbatasan dengan rumah milik warga, sebelah barat berbatasan dengan MA Bahrul Ulum, dan sebelah utara berbatasan dengan Lab. IPA.

      Luas tanah MTs Bahrul Ulum sebesar 2.408 m2, dan luas bangunan MTs Bahrul Ulum sebesar 524 m2. Letak MTs Bahrul Ulum sangat strategis untuk warga desa Sekapuk, karena letaknya berada di tengah desa sebelah barat dan sangat kondusif untuk mengembangkan pendidikan karena kondisi sosial ekonomi yang mendukung, disamping itu kondisi masyarakat sekitar yang umumnya mendukung terhadap peningkatan pendidikan.

5.1.3. Visi dan misi MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik 1. Visi

           ”Mewujudkan Generasi Beriman, Berakhlak Karimah dan Berprestasi”

2. Misi

      Sesuai dengan Visi Madrasah yang telah dicanangkan maka Misi yang di emban di MTs. Bahrul Ulum Sekapuk sebagai lembaga pendidikan yang berciri khas keagamaan adalah sebagai berikut:

  1. Membentuk generasi yang Beriman dan Bertaqwa kepada Allah SWT. Berlandaskan Ahlussunnah Wal Jama’ah.
  2. Membentuk generasi yang memiliki sikap Santun, Jujur dan Disiplin.
  3. Membentuk generasi yang Cerdas, Terampil, Kreatif dan Inovatif, Unggul Prestasi, Berdedikasi dan Cinta Almameter.
  4. Mengembangkan Madrasah secara utuh, yaitu: Kedalaman Spiritual, Keagungan Akhlaq, Cinta Ilmu dan Intelektual.

5.1.4. Struktur Organisasi MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik

      Sebagai unit tenaga teknis dalam melaksanakan dan mengelola kegitan operasional sekolah perlu disusun struktur organisasi secara operasional.

      Struktur organisasi yang dimaksud adalah susunan dari personalia yang ada dalam lingkup tersebut. Dengan adanya struktur organisasi sekolah tersebut akan dapat memudahkan dan menempatkan personalia untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama-sama. Dan tanpa adanya organisasi dalam lembaga pendidikan maka tujuan pendidikan tidak mungkin tercapai. Di samping itu, struktur organisasi sekolah merupakan suatu sumber data yang obyektif sekaligus dapat digunakan sebagai sumber dalam kepentingan pelaporan sekolah pada kantor departemen yang terkait.

5.1.5. Dewan Guru MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik

      Guru merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam pendidikan, karena guru mempunyai tugas-tugas pokok seperti melaksanakan pendidikan dan pengajaran di Madrasah sesuai kurikulum yang berlaku.

      Guru sebagai pelaksana kurikulum dalam pendidikan bukan hanya sebagai orang yang memberikan pelajaran yang ditentukan melainkan sebagai orang yang bekerja atas prinsip untuk mendorong dan membantu anak didiknya untuk mengembangkan potensi atau bakat yang ada pada dirinya semaksimal mungkin. Adapun mengenai keadaan guru dan karyawan MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik tahun pelajaran 2010-2011 dapat dilihat sebagai berikut:

1. Jumlah guru MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik

Tabel 5.1

Jumlah Guru MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik tahun pelajaran 2010-2011 

No

Tipe Guru

Jumlah Guru

Kurang

Berlebih

1

Pegawai Negeri Sipil

-

2

Guru Tetap Yayasan

19

3

Guru Tidak Tetap

-

4

Guru Kontrak Pusat

-

5

Guru Kontrak Lokal

-

6

Tata Usaha

2

7

Penjaga Madrasah

1

8

Pegawai Kebersihan

1

 2. Nama-nama dan jabatan guru MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik:

 Tabel 5.2

Nama-Nama dan Jabatan Guru MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik tahun pelajaran 2010-2011

No

Nama Guru

Jabatan

Bidang Study

1

Ihwanudin, S.PdI

Kepala Sekolah

B. Inggris

2

Moh. Hafidz

Guru

Fiqih & Nashor

3

Mundhor, S.PdI

Guru

Aqidah Akhlaq

4

A.Aris Umaris S,S.Pd

PKM Kurikulum

Matematika

5

Ahmad Zubaidi, SE

PKM Kesiswa’an

TIK

6

Kisom Fuddin, S.Ag

Koordinator BK

SKI & Qurdist

7

H.M Bashor

Guru

Aswaja

8

Hartoyo, BA

Guru

Fathul Qorib

9

M. Thohari, S.Ag

Guru

PPKN

10

Moh. Ridlwan, S.Ag

PKM Sar& Pra

IPA

11

Sugiyanto, S.Pd

Wali Kelas IX A

B. Indonesia

12

Abdul Rofiq, S.Ag

Wali Kelas IX B

B. Arab

13

Masy’aril H, S.Pd

Wali Kelas VIII

Penjaskes

14

Azimatul A, S.Pd

Wali Kelas VII

IPA

15

H.M Yahya S, SH

Kor. Perpustakaan

Kertakes

16

Siti Aisyah, S.Pd

Guru

Sejarah

17

Abdul Kadir

PKM Humas

B. Jawa

18

H.A. Jazuli, S.Pd

Guru

Penjaskes

19

M. Faisol K, S.Pd

Guru

IPA

5.1.6. Keadaan Siswa MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik

      Anak didik atau siswa merupakan penyebab dapat berlangsungnya proses belajar mengajar dan keadaan murid juga menentukan berhasil atau tidaknya suatu tujuan pembelajaran, karena semuanya itu sangat erat hubungannya dan saling membutuhkan satu sama lain.

      Madrasah Tsanawiyah Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik, pada tahun pelajaran 2010-2011 mempunyai siswa-siswi yang berjumlah 90 anak didik.

      Adapun tentang keadaan siswa MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik tahun pelajaran 2010-2011 dapat dilihat sebagai berikut:

1. Jumlah siswa-siswi MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik

 Tabel 5.3

Jumlah Siswa-Siswi MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik tahun pelajaran 2010-2011

No

Kelas

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

1

VII

10

18

28

2

VIII

12

14

26

3

IX

22

14

36

Jumlah Siswa

44

46

90

 2. Perkembangan Sekolah 4 tahun terahir

Tabel 5.4

Perkembangan Sekolah 4 tahun terahir MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik

No

Tahun Pelajaran

Siswa

Laki-laki

Perempuan

Total

1

2007 – 2008

68

62

130

2

2008 – 2009

65

53

118

3

2009 – 2010

55

57

112

4

2010 – 2011

44

46

90

 5.1.7. Keadaan Fasilitas dan Sarana Prasarana MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik

      Fasilitas dan sarana prasarana yang dimiliki MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik adalah:

  1. Ruangan

Tabel 5.5

Ruangan yang ada di MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik

No

Jenis Ruangan

Jumlah Ruangan

Kondisi

Baik

Rusak Ringan

Rusak Berat

1

Ruang Kelas

4

2

Ruang Perpustakaan

1

3

Ruang Tata Usaha

1

4

Ruang Kepala Sekolah

1

5

Ruang Guru

1

6

Ruang Lab. IPA

1

7

Ruang Lab. Komputer

1

8

Ruang Lab. Bahasa

1

9

Ruang BP

1

10

Ruang OSIS

1

11

Ruang Keterampilan

1

12

Gudang

1

 2. Infrastruktur

Tabel 5.6

Infrastruktur yang ada di MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik

No

Instruktur

Jumlah

Kondisi

Baik

Rusak Ringan

Rusak Berat

1

Pagar Depan

1

2

Pagar Samping

1

3

Pagar Belakang

1

4

Tiang Bendera

1

5

Reservoir/menara air

1

6

Bak Sampah Permanen

4

7

Saluran Primer

1

8

Sarana Olah raga

4

 3. Perabot

Tabel 5.7

Perabot yang ada di MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik

No

Perabot

Jumlah

Kondisi

Baik

Rusak Ringan

Rusak Berat

1

Ruang Kelas

4

2

Ruang Perpustakaan

1

3

Ruang Tata Usaha

1

4

Ruang Kepala Sekolah

1

5

Ruang Guru

1

6

Ruang Lab. IPA

1

7

Ruang Keterampilan

1

8

Ruang Komputer

1

9

Ruang Lab. Bahasa

1

10

Gudang

1

11

Koperasi

1

12

OSIS

1

13

Lain-lain

 4. Alat Penunjang KBM

Tabel 5.8

Alat Penunjang KBM yang ada di MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik

No

Fasilitas

Jumlah

Pemanfaatan Alat

Kondisi

Dipakai

Jarang

Baik

Rusak

1

LCD Proyektor

1

2

Mikroskop

1

3

Peta Dunia

3 Buah

4

Laptop

1

5

Alat Sholat

1 Set

6

Tape Recorder

1 Set

7

Lain-lain

 5. Alat Mesin Kantor

Tabel 5.9

Alat Mesin Kantor yang ada di MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik

No

Fasilitas

Jumlah

Pemanfaatan Alat

Kondisi

Dipakai

Jarang

Baik

Rusak

1

Komputer

3

2

Telepon

1

3

Internet

1

4

Filing Cabinet

50

5

Lain-lain

 6. Buku

Tabel 5.10

Buku yang ada di MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik

No

Jenis

Penerbit

Jumlah Eks

Kurang

Berlebih

Ket.

1

PPKn

Sinar W.

25

2

MP.Agama

Thoha P.

225

3

B.Inggris

Erlangga

240

4

Fisika

Erlangga

180

5

MTK

Erlangga

160

6

B.Indo

IKIP Malang

180

7

Biologi

Grasindo

180

8

Penjaskes

Ganeca

15

9

Sejarah

Rosda K

36

10

Geografi

Yudistira

180

11

Ekonomi

Yudistira

180

12

Kertakes

Yudistira

30

       Dengan adanya fasilitas dan sarana prasarana yang tersedia diatas diharapkan dapat menciptakan sekolah yang bersih, rapi, indah dan mampu membuat kondisi yang menyenangkan, disamping itu bisa mengoptimalkan proses pembelajaran dengan memanfaatkan fasilitas dan sarana prasarana yang sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan pendidikan serta pengajaran, baik guru maupun siswa.

BAB VI

PEMBAHASAN 

6.1. Pengaruh Model Pembelajaran PAKEM terhadap hasil belajar mata pelajaran Al-Qur’an Hadits siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik

      Pada dasarnya penelitian ini dilakukan untuk mengetahui  pengaruh model pembelajaran PAKEM terhadap hasil belajar mata pelajaran Al-Qur’an Hadits siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik. Pengaruh model pembelajaran PAKEM ini dapat dilihat dari jawaban responden atau siswa kelas VIII MTs mengenai model pembelajaran PAKEM yang telah dianalisis dan terbukti menunjukkan hasil dengan nilai positif. Selain itu aktivitas siswa pada saat kegiatan pembelajaran dan keterlaksanaan model pembelajaran PAKEM yang dilakukan oleh guru juga merupakan hal yang dapat dijadikan pedoman untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran PAKEM terhadap hasil belajar mata pelajaran Al-Qur’an Hadits siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik.

      Berdasarkan hasil penyajian data yang diuraikan pada bab V, maka terbukti bahwa model pembelajaran PAKEM mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dapat diketahui dari perolehan hasil angket yang terbukti dengan analisis dan statistik ”r” product  moment dengan hasil rxy sebesar 0,692 lebih besar dari “r” product moment baik pada taraf signifikansi 5%  diperoleh r tabel  = 0,355, maupun pada taraf signifikansi 1% diperoleh r tabel = 0,456. (Sugiyono, 2009: 373).

      Selain berdasarkan hasil analisis data statistik diatas, pengaruh model pembelajaran PAKEM terhadap hasil belajar siswa juga dapat pula dibuktikan dari analisis data hasil observasi mengenai aktivitas siswa pada saat kegiatan pembelajaran serta keterlaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh tentang keterlaksanaan proses model pembelajaran PAKEM menunjukkan bahwa guru sudah melaksanakan semua tahap pembelajaran sesuai dengan prosedur model pembelajaran PAKEM.

6.2. Signifikansi pengaruh model pembelajaran PAKEM terhadap hasil belajar mata pelajaran Al-Qur’an Hadits siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik.

      Hasil perhitungan rxy sebesar 0,692 jika dikonsultasikan pada tabel interpretasi ”r” product moment pada taraf 0,40-0,599 menunjukkan bahwa antara model pembelajaran PAKEM dengan hasil belajar mata pelajaran Al-Qur’an Hadits siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik mempunyai pengaruh yang signifikan pada taraf  “cukup kuat”.

      Dengan melihat hasil analisis tersebut, dapat diketahui bahwa taraf signifikansi pengaruh antara model pembelajaran PAKEM dengan hasil belajar siswa termasuk dalam kategori cukup baik. Meski telah diketahui bahwa kompetensi guru dalam mengaplikasikan model pembelajaran PAKEM sudah optimal namun ternyata hal itu tidak cukup untuk dapat memperoleh hasil belajar siswa. Hal ini disebabkan karena masing-masing siswa mempunyai intensitas hasil belajar atau prestasi yang bervariasi.

      Model pembelajaran PAKEM merupakan salah satu alternatif cara yang dianggap mampu untuk dapat memperoleh hasil belajar siswa yang lebih baik, karena melalui model pembelajaran PAKEM siswa ketika dalam proses belajar mengajar merasa lebih senang  dan tidak membosankan sehingga belajarnya bisa lebih rajin, dengan belajar lebih rajin siswa dapat memperoleh hasil belajar yang memuaskan atau prestasi yang baik. Model pembelajaran PAKEM hanyalah satu diantaran sekian banyak faktor ektrinsik yang mampu memperoleh hasil belajar siswa yang bagus.

      Hal inilah yang kemudian menjadi alasan mengapa signifikansi pengaruh antara model pembelajaran PAKEM dengan hasil belajar siswa tergolong cukup baik.

BAB VII

PENUTUP 

7.1. Simpulan

      Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan serta hepotesis yang telah diajukan mengenai pengaruh model pembelajaran PAKEM terhadap hasil belajar mata pelajaran Al-Qur’an Hadits siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik, maka disimpulkan bahwa:

  1. Model pembelajaran PAKEM mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil perhitungan korelasi product moment sebesar 0,692 lebih besar dari pada taraf signifikansi 5%  yang diperoleh r tabel  = 0,355, dan pada taraf signifikansi 1% diperoleh r tabel = 0,456.
  2. Model pembelajaran  PAKEM mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar mata pelajaran Al-Qur’an Hadits siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik, hal ini dapat dibuktikan dari hasil ”r” kerja jika diinterpretasikan pada tabel product moment pada taraf 0,40-0,599 menunjukkan bahwa antara kedua variabel tersebut mempunyai taraf signifikansi pengaruh yang cukup kuat.

 7.2. Saran  

     Berdasarkan hasil penelitian ini, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut:

  1. Guru diharapkan mampu mengaplikasikan model pembelajaran PAKEM untuk memperoleh hasil atau prestasi belajar siswa dengan optimal.
  2. Diharapkan lembaga pendidikan tersebut mampu memberikan fasilitas serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan guna mendukung keterlaksanaan model pembelajaran PAKEM.

LAMPIRAN I

LEMBAR ANGKET RESPON SISWA – SISWI TENTANG PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PAKEM TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADITS SISWA KELAS VIII MTs BAHRUL ULUM SEKAPUK UJUNGPANGKAH GRESIK

Nama   :                                                                    No Urut   :

 Aturan pengisian  :

  1. Berilah tanda (X) pada salah satu pilihan jawaban
  2. Pilihlah jawaban sesuai dengan apa yang anda rasa dan ketahui
  3. Jawaban anda tidak akan berpengaruh pada nilai raport anda
  4. Jawaban anda akan sangat berpengaruh pada kefalidan hasil penelitian

A. Item pertanyaan tentang model pembelajaran PAKEM pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik

1. Dalam mengajar, apakah guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadits anda menggunakan metode yang bervariasi?

   a. Sering                               b. Kadang-kadang                            c. Tidak pernah

2. Apakah dalam proses pembelajaran, guru anda membimbing anda untuk belajar secara aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan?

   a. Sering                               b. Kadang-kadang                            c. Tidak pernah

3.Apa tanggapan anda tentang model pembelajaran PAKEM?

   a. Sangat setuju                    b. Cukup setuju                                c. Kurang setuju

4. Apakah anda ikut terlibat secara aktif dalam model pembelajaran PAKEM?

   a. Sering                               b. Kadang-kadang                            c. Tidak pernah

5. Bagaimana perasaan anda setelah mengikuti model pembelajaran PAKEM?

   a. Sangat senang                   b. Senang                                         c. Tidak senang

LAMPIRAN II

PEDOMAN WAWANCARA BAGI KEPALA SEKOLAH MTs BAHRUL ULUM SEKAPUK UJUNGPANGKAH GRESIK 

  1. Bagaimana sejarah berdirinya sekolah MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik, dan bagaimana tanggapan masyarakat sekitar ketika sekolahan ini didirikan?
  2. Bagaimana letak geografis sekolah MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik?
  3. Bagaimana keadaan guru dan karyawan sekolah MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik?
  4. Bagaimana keadaan siswa dan siswi sekolah MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik?
  5. Apa saja fasilitas dan sarana prasarana yang dimiliki sekolah MTs Bahrul Ulum, dan apakah dengan fasilitas dan sarana prasarana ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa?
  6. Bagaimana struktur organisasi sekolah MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik?
  7. Apa visi dan misi sekolah MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik?
  8. Bagaimana perkembangan sekolah MTs Bahrul Ulum mulai dari awal sampai sekarang ini?

LAMPIRAN III 

PEDOMAN WAWANCARA BAGI GURU MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADITS KELAS VIII MTs BAHRUL ULUM SEKAPUK UJUNGPANGKAH GRESIK 

  1. Sebagai guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadits, apakah Bapak juga menerapkan model-model pembelajaran yang bervariasi dalam kegiatan pembelajaran Bapak?
  2. Model pembelajaran apa yang biasa Bapak terapkan dalam proses kegiatan pembelajaran yang akan Bapak lakukan? Apakah model pembelajaran PAKEM termasuk didalamnya?
  3. Mengapa Bapak memilih model pembelajaran PAKEM untuk diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar Bapak?
  4. Apakah model pembelajaran PAKEM dapat memperoleh hasil belajar optimal bagi siswa Bapak?
  5. Hambatan-hambatan apa yang sering Bapak temui ketika menerapkan pembelajaran PAKEM? Apa yang Bapak lakukan untuk meminimalisir hambatan-hambatan tersebut? 

LAMPIRAN IV 

INSTRUMEN OBSERVASI PENELITIAN 

No

KEADAAN

Baik

Cukup

Kurang

1

Keadaan Guru di Mts Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik

Ö

 

 

 

2

Keadaan Siswa – Siswi di Mts Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik

 

Ö

 

 

3

Keadaan Fasilitas dan Sarana Prasarana di Mts Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik

 

Ö

 

 

4

Penerapan PAKEM yang di tulis dalam RPP sebagai model pembelajaran, oleh Guru mata pelajaran Al-qur’an Hadits kelas VIII MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik

Ö

 

 

5

Pengaruh Pembelajaran PAKEM terhadap hasil belajar Siswa MTs Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik

 

Ö

 

 

 LAMPIRAN V 

JADWAL PELAKSANAAN PENELITIAN PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PAKEM TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADITS SISWA KELAS VIII MTs BAHRUL ULUM SEKAPUK UJUNGPANGKAH GRESIK

  1. Susunan Organisasi

Dekan Fakultas Tarbiyah : Abdul Halim, S.Ag., M. Hi

Dosen Pembimbing            : H. Ahmad Hanif Hasan, SH, S.Pd, M.Pd

Peneliti                                    : Ali Mahrus

  1. Jadwal Penelitian

No

Kegiatan

Bulan/Minggu

Maret

April

Mei

Juni

Juli

1

Konsultasi Judul

x

2

Penyusunan Proposal

       xx

xx

3

Penyerahan Proposal

       xx

4

Perbaikan Proposal

xx

5

Penyerahan Revisi Proposal

        x

6

Izin Penelitian

x

7

Pelaksanaan penelitian

      xxx

8

Penyusunan Skripsi

xxxx

9

Penyerahan Skripsi

x

10

Perbaikan Skripsi

  x

11

Penyerahan Revisi Skripsi

   x

12

Ujian Skripsi

      x

By: ArEk  Lowayu Dukun Gresik
Senin, 23 Januari 2012

Sekian mudah-mudahan bermanfa’at, Amin..!!