Robiah Al Addawiyah

 

بسم الله الرحمن الرحيم

Robiah Al Addawiyah

Banyak Ajaran sufi Islam yang diriwayatkan berasal dari Rabi’ah al-Adawiyyah, yang seterusnya menjadi perbincangan para sufi setelahnya. Rabiah berkata pula : ” Amalan yang timbul dari diriku tidak berarti bagiku”. Dalam al-Bayan wa al-Tabyin, suatu ketika ditanya Rabiah : ” Apakah suatu amal yang kau lakukan itu dipandang diterima?” Jawabnya: “Seandainya amal itu ada artinya justru aku takut itu dikembalikan padaku. Mengenai riya, dia berkata: “Sembunyikan kebaikan-kebaikanmu, sebagaimana kau sembunyikan keburukan-keburukanmu.”

Ibn Abi al-Hadid dalam Syarkh Nahj al-Balaghah meriwayatkan bahwa Rabi’ah berkata: “Jika seseorang memberi saran karena Allah, maka Allah akan menyingkapkan untuknya keburukan-keburukan amalnya, sehingga membuatnya tersibukkan daripada mengingat keburukan makhluk -makhluk-Nya.”

Dalam Risalah al-Qusyairiyyah, Rabi’ah berdo’a: ” Tuhanku, akan terbakarkah oleh api neraka kalbu yang mencintai-Mu?” Tiba-tiba dia mendengar suara: “Kami tidak sama sekali melakukan itu. Janganlah kau buruk sangka kepada Kami.”

Menurut Rabi’ah, kepatuhannya kepada Allah bukanlah tujuannya, sebab dia tidak mengharapkan nikmat surga dan tidak takut azab neraka, tetapi dia mematuhi-Nya karena cinta kepada-Nya. Seperti ungkapannya berikut:

Dalam batin kepada-Nya kau durhaka, tapi

Dalam lahir kaunyatakan cinta suci

Sungguh, aneh sangat gejala ini

Andaikan cintamu memang tulus dan sejati

Yang Dia perintahkan tentu kau taati

Sebab, pecinta pada Yang Dicintai patuh dan bakti.

Ketika Sufyan al-Tsauri bertanya kepada Rabiah: ” Setiap keyakinan mempunyai syarat, dan setiap kenyakinan mempunyai realitas. Bagaimanakah realitas keimananmu? Rabi’ah menjawab. Aku tidak menyembahnya karena takut neraka-Nya, dan bukan karena cinta surga-Nya, sepertinya aku ini hanya pekerja kasar yang bekerja karena upah saja. Tapi aku menyembahnya karena aku cinta kepada-Nya.

Doa Munajat Rabi’ah: ” Tuhanku, sekiranya aku beribadah kepada-Mu karena takut neraka-Mu, biarlah diriku terbakar api jahanam-Mu. Dan sekiranya aku beribadah kepada-Mu, karena mengharap surga-Mu, jauhkanlah aku darinya. Tapi sekiranya aku beribadah kepada-Mu hanya semata cinta kepada-Mu, Tuhanku, janganlah Kauhalangi aku melihat keindahan-Mu yang Abadi.”

Kujadikan Kau teman berbincang dalam kalbu,

Tubuhku pun biar berbincang dengan temanku,

Dengan temanku tubuhku berbincang selalu,

Dalam kalbu terpancang selalu Kekasih cintaku,

dalam puisinya yang lain diungkapkan juga:

Aku cinta Kau dua model cinta,

Cinta rindu, dan cinta karena Kau layak dicinta,

Adapun cinta rindu,

karena hanya Kau kukenang selalu bukan selain-Mu,

Adapun cinta karena Kau layak dicinta, karena Kau singkapkan tirai sampai Kau nyata bagiku.

Bagiku cinta ini-itu tidak ada puji.

Namun bagi-Mu Sendiri sekalian puji.

        

By: Ali Mahrus Lowayu Dukun Gresik
Senin, 17 Oktober  2011

Sekian mudah-mudahan bermanfa’at, Amin..!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: