Balaghoh – Hakikat dan Majas Mursal

By: Ali Mahrus Lowayu Dukun Gresik
Senin, 05 September 2011
 

Download Klik Link ini:  Balaghoh – Hakikat dan Majas Mursal

Balaghoh

PEMBAHASAN 

A. Pengertian hakikat

Makana hakikat adalah lafadz yang diapakai menurut arti yang seharusnya seperti kata اسد yang berarti macan.

B. Macam-macam makna hakikat

1. Hakikat syar’i, yaitu seperti arti sholat menurut syar’I adalah:

اأفعال وأقوال مفتتحة بلتكبير مختتمة بلتسليم

2. Hakikat lughowi, seoerti arti sholat menurut hakikat lughot adalah do’a

3. Hakikat urfi, ini dibagi menjadi 2 macam:

a.Urfi yang umum, yaitu yang tidak tertentu yang mengutipnya dari makna lughowi seperti lafadz دابّة yang artinya menurut hakikat lughowi, menegenai setiap hewan yang melata dan berkaki 4 seperti kambing.

b. Urfi yang khos, yaitu tertentu yang mengutipnya dari arti yang di kutipnya, seperti lafadz  فعل yang dikutip oleh ahli nahwu dari”pekerjaan” فعل itu menurut makna hakikat urfi yang khos itu berarti lafadz yang menunjukkan arti pekerjaan yang disertai dengan zaman.

C. Pengertian majaz mursal

Majaz mursal adalah kata yang digunakan bukan untuk maknanya yang asli karena adanya hubungan selain keserupaan serta ada korinah yang memahami untuk diberlakukan makna hakiki.

Hubungan makana asli dan makna majazi dalam majaz mursal adalah sebagai berikut:

1. As-sababiyah

Al-Mutanabbi berkata:له أيّاد عليّ سابغة # أعدّ منها ولا أعدّدها

Ia mempunyai kenikmatan-kenikmatan yang berlimpah padaku, dan dariku ini merupakan bagian darinya, dan aku tidak kuasa untuk menghitungnya

2. Musabbabiyah

Allah berfirman: وينزّل لكم منالسّماء رزقا………

…….dan menurunkan untukmu hujan dari langit .(QS.AL-mukmin:13)

ket. Rezeki itu tidak diturunkan Allah dari langit, melainkan yang diturunkan adalah air hujan yang dengannya tumbuh-tumbuhan menjadi hidup dan menjadi sumber rezeki bagi manusia.

3. Ju’iyyah

كم بعثنا الجيشى جرّا # را وأرسلنا العيونا

Berkali-kali kami mengutus tentara dalam jumblah besar dan kami melepas banyak mata-mata.

Ket. Mata-mata(spion) ini bermakna جاسوس , mata merupakan bagian dari mata-mata.

4. Kulliyah

Allah berfirman: وانّى كلّما دعوتهم لتغفر لهم جعلوا اصابعهم فى اذانهم

Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman)agar engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka kedalam telingan.(QS.Nuh:7)

Ket. Lafadz اصابع  bermakna ل انام

5. I’tibar maakaana

Allah berfirman: واتو اليتمى اموالهم……..

Dan berikanlah kepada anak–anak yatim(yang sudah baligh) harta mereka.(QS. An-Nisa’:2)

Ket. Anak yatim menurut bahasa adalah anak kecil yang ayahnya meninggal. Akan tetapi perintah Allah adalah untuk memberikan harta anak yatim ketika sudah dewasa maka dari itu yataama di atas bermakna majaz karena yang dimaksud dengannya adalah orang-orang yang justru telah meninggalkan usia yataama. Hubungan makana ini adalah  I’tibar maakaana(mempertimbangkan apa yang telah berlalu).

6. I’tibar maa yakunu

Allah berfirman: انّك ان تذرهم يضلّوا عبادك ولايلدوا الاّ فاجرا كفّار ……

Sesungguhnya jika engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hambamu, dan mereka tidak akan melahirkan selaion anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.(QS.Nuh:27).

Ket. Kata faajiran kaffaaran adalah kedua-duanya majaz karena nak yang baru lahir itu tidak bias melakukan kekufuran dan maksiat, tetapi mungkinmelakukan yang demikian setalah masa kanak-kanak yang di ucapkan adalah anak yang maksiat dan kafir, namun yang dimaksud adalah orang dewasa.

7. AL-Mahalliyah

Allah berfirman: فليدع نادية سندع الزّبانية

Maka biarkan dia memanggil golonganya (untuk menolongnya) kelak kami akan memanggil malaikat zabaniayah(QS.Al-Alaq:17-18).

Ket. Kata an-naadii dalam ayat diatas bermakna majaz,yaitu menyebutkan tempat, namun yang dimaksud adalah orang yang menempatinya.

8. Al-haaliyyah

اانّ الابرار لفي نعيم                                                                 Allahberfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatyan yang besar( surga).(QS.Al-Muthoffifin:22).

Ket. Kenikmatan itu tidak dapat di tempati oleh manusia karena kenikmatan itu merupakan sesuatu yang abstrak. Adapun yang bias ditemoati adalah tempat kenikmatan itu sendiri yakni surga. Maka penggunaan kata kenikmatan untuk tempat dalah majaz, yaitu menyebutkan suatu hal yang menempati suatu tempat , namun yang dimaksud adalah tempatnya jadi hubungannya adalah Al-haaliyyah.

Daftar Pustaka

NrkholisMujiyo.Terjemahan.Al-Balaghoatul.Waadhihah.Sinarbaru Algesindo.Bandung:1994

Anwar,Terjemahan Jauhar Maknun.PT.Al-ma’arif.Bandung:2009

Sunarto Ahmad,Terjemahan Jauhar Maknun.Mutiara ilmu.Surabaya:1995

Sekian mudah-mudahan bermanfa’at, Amin..!!

5 thoughts on “Balaghoh – Hakikat dan Majas Mursal

  1. abu 'ulya 24 Oktober 2011 pukul 12:42 PM Reply

    syukran ukh….

    Suka

  2. Joen 17 April 2015 pukul 7:15 AM Reply

    Syukron katsir….

    Disukai oleh 1 orang

    • ALI MAHRUS 15 Mei 2016 pukul 6:04 PM Reply

      Sami2

      Suka

  3. hendi 8 Oktober 2015 pukul 6:25 PM Reply

    kang, saya pingin penjelasan jauhar maknun, n syarah alfiah ibn malik

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: