Tausiyah K.H.Masbuhin Faqih

بسم الله الرحمن الرحيم

1.      Perkuatlah Mentalmu Dengan Wirid 

Ilmu ada dua: ada yang dapat kita peroleh melalui belajar dan ada juga orang yang mendapatkan ilmu dari Allah secara langsung.

Ritualisasi dan pembacaan wirid yang sangat banyak kepada Allah yang ada di pesantren ini merupakan sebuah upaya saya untuk membentengi para santri dari pengaruh-pengaruh luar tatkala keluar dari pesantren ini kelak. Ibadah dan bacaan do’a yang ada di dalamnya mampu melindungi diri santri dari panasnya pengaruh luar. Disamping itu, dengan ibadah dan do’a yang istiqamah, santri dapat memperkuat mentalnya, sehingga tidak gampang menyerah dalam berjuang juga tidak gampang terseret arus yang menyesatkan.

Maka, jangan heran tatkala santri-santri Mambaus Sholihin saya ajak untuk bersungguh-sungguh membaca wirid, bukan hanya bersungguh-sungguh tapi juga berlama-lama. Shalat dengan wirid yang panjang ini, semata-mata untuk membekali diri kita masing-masing dengan benteng rohani yang kokoh, benteng spiritual yang kasat mata ini sangat berguna sekali bagi santri apalagi di zaman modern ini.

Zaman akhir penuh dengan godaan dan tantangan, beragam tantangan akan kita hadapi dari yang kecil sampai yang besar, dari yang berbau menusuk sampai yang berbau harum. Semuanya mempunyai niat yang sama untuk menuntun kita ke jalan kesesatan. Godaan itupun ada yang tampak dan ada yang tidak tampak. Tantangan yang tidak bisa dilihat ini memiliki bahaya yang lebih besar, disamping karena tidak terdeteksi oleh mata juga kerena tantangan rohani ini sifatnya semu.

Menghadapi hal semacam ini, wiridan nampaknya sangatlah dibutuhkan sekali oleh santri. Semakin banyak wirid yang dibaca maka semakin tebal pula benteng yang dibangun. Namun sebaliknya, semakin sedikit, apalagi enggan dengan wirid yang dibaca maka semakin menipis pula benteng yang dibangun dan dipersiapkan.

Harapan saya kepada para santri jangan pernah mengeluh untuk diajak membaca wirid. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya manfaatnya akan kembali kepada para santri sendiri, atau pembaca tersebut, bukan kembali kepada saya.

Dengan membaca wirid yang banyak itu pula, secara tidak langsung berarti santri menabung pahala kelak di akhirat. Mumpung di pesantren, perbanyaklah membaca wirid, jaminan masuk surga akan terbuka lebar.

Selain itu, membaca wirid juga harus dilakukan secara khusyu’, ini sangatlah diperlukan sebagai upaya memaksimalkan kepada Allah s.w.t. Santri, dalam membaca wirid hendaklah memperhatikan betul faktor yang mempengaruhi seseorang dalam menemukan kekhusyu’an. Memang cukup berat untuk menjadi khusyu’ dalam membaca wirid. Namun, bagaimanapun hal ini tetap kita usahakan. Kita menginginkan wirid dan do’a kita didengar oleh Allah kan? maka khusyu’ sesungguhnya adalah sebuah jalan menuju hal ini.

Bila wirid yang kita baca ini diamalkan secara istiqamah dengan penuh kekhusyu’an, maka bukan tidak mungkin belajar kita akan menemui keberhasilan, ilmu yang kita pelajari bukan hanya dapat kita peroleh melalui jalan belajar, tapi juga melalui berdo’a kepada Allah s.w.t sebagai upaya spiritual.

Ilmu ada dua: ada yang dapat kita peroleh melalui belajar dan juga tak jarang ilmu itu pemberian dari Allah sendiri secara langsung. Dengan demikian, santri yang datang ke pesantren dengan tujuan mencari ilmu akan terbantu oleh do’a dengan sendirinya. Do’a sangat membantu keberhasilan belajar seorang santri, disamping juga mampu membentengi mental santri.

Mahasiswa khususnya, sebagai anak yang sudah dewasa yang sering berhubungan dengan dunia luar hendaknya juga tidak melupakan wirid ini. Mentang-mentang sudah mencapai titel “maha” maka sudah melupakan wiridan. Tidak! Ia tetap harus mengamalkan wirid yang telah kita lakukan secara istiqamah selama beberapa tahun ini. Keluar dari pesantren ini bukan berarti keluar pula dari wirid yang saya ajarkan dulu. Wirid bagi mahasiswa sangat membantu dua hal di atas: membentengi mahasiswa dari pengaruh luar yang meracuni serta memberikan kontribusi kepada mahasiswa untuk sukses dalam belajar.

Ingat! wirid sangat membantu jiwa seseorang. Saat ini dunia membutuhkan dokter spiritual dan wirid kepada Allah lah obat mujarab yang diajarkan oleh al-Qur’an.

   

 

By: Ali Mahrus Lowayu Dukun Gresik
Ahad, 02 Oktober  2011 
Sekian mudah-mudahan bermanfa’at, Amin..!!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: