Kejujuran, Kesabaran dan Ketabahan

بسم الله الرحمن الرحيم

Kesabaran Nabi Yusuf As.
Kehidupan Nabi Yusuf As. dipenuhi dengan ujian dan cobaan, mulai dari masa remajanya yang menjadi budak, hadirnya seorang wanita cantik yang mengajaknya berzina, hingga kemudian difitnah dan dipenjara.

Penolakannya terhadap ajakan berzina Zulaikha telah menjadi “legenda” yang dikenang sepanjang masa. Padahal saat itu kesempatan untuk berzina sangat terbuka lebar. Tapi Nabi Yusuf dengan kekuatan imannya, menolak dengan tegas dan berkata: “Ma’adzallahi, innahu rabbii ahsana matswaay – Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Hingga akhirnya Zulaikha menarik baju Yusuf bagian belakang hingga koyak, yang pada saat itu Yusuf As. hendak menjauh dari Zulaikha. “Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” (QS. Yusuf: 24).

Sosok pejuang yang sabar dalam menundukkan hawa nafsu telah melekat pada diri Nabi Yusuf As.. Namanya menjadi mulia dan kedudukannya terus naik menjulang. Hingga beliau diangkat menjadi seorang menteri yang cerdas dan memiliki kemampuan dalam menyingkap tabir mimpi.

Hendaknya kita menjadikan kisah Nabi Yusuf As. ini sebagai motivasi untuk bersabar dalam menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Allah Swt. berfirman dalam surat Yusuf ayat 7: “Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.”

Kesabaran Nabi Zakariya As.
Nabi Zakariya As. sudah sangat tua dan istrinya wanita yang mandul, tapi keinginannya sangat kuat untuk memiliki seorang anak. Beliau terus berikhtiar, bersabar, dan sering berdoa dengan doa: “Rabbi habli min ladunka dzurriyyatan thayyibah. Innaka samii’ud du’aa’ – Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.”

Kemudian Allah mengabulkan doa Nabi Zakariya tersebut. Terlahirlah kelak seorang anak yang shaleh, yang menjadi teladan, pejuang kebenaran dan keadilan, dan mujahid yang syahid, Yahya As..

Bagaimana kehamilan itu bisa terjadi? Bukankah pintu kemungkinan itu – secara rasional – sudah tertutup? Allah Swt. berfirman dalam surat Ali Imran ayat 40: “Kadzalikallahu yaf’alu maa yasyaa’ – Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki- Nya.”

Bagi mereka yang kini belum diberi keturunan, bersabarlah! Dekatkanlah dirimu kepada Allah. Kencangkanlah doa-doamu seperti Nabi Zakariya berdoa. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah kalau kita sudah mengikuti apa yang diperintahkan- Nya.

Kesabaran Nabi Muhammad Saw.
Hampir tidak terhitung banyaknya ujian dan cobaan yang mendera Nabi, mulai dari penghinaan, penyiksaan, penindasan, pemboikotan, wafatnya kedua orang yang dicintai saat beliau sangat membutuhkan pembelaan keduanya, hingga wafatnya satu demi satu putra-putra beliau, sehingga orang-orang kafir mengejeknya dengan gelar “batara” (terputus), yaitu terputus keturunannya karena semua anak laki-lakinya wafat.

Namun kemudian sesudah gelapnya malam penderitaan, datanglah fajar kebahagiaan. Nabi Saw. menuai hasil apa yang selama ini diyakininya; dakwah Islam semakin tersebar luas, pahala yang tak terputus-putus (wainna laka la ajron ghayra mamnuun), Makkah dapat direbut dari tangan kafir Quraisy, kemenangan demi kemenangan di medan tempur, dan harta ghanimah yang semakin melimpah. Dan penghargaan yang jauh lebih hebat dari itu semua adalah namanya disandingkan dengan nama Allah dalam kalimat syahadat dan Allah memujinya dengan berfirman: “Wa innaka la’alaa khuluqin adziim – Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”

       

By: Ali Mahrus Lowayu Dukun Gresik
Jum’at, 18 November  2011

Sekian mudah-mudahan bermanfa’at, Amin..!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: